Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Penumpang Saat Nataru Bisa Capai 3,62 Juta Orang, Baru 367 Pesawat Serviceable

Kemenhub mencatat jumlah pesawat yang siap dan dinyatakan laik terbang untuk melayani perjalanan masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencapai 367 unit.
SHARE
Penumpang Saat Nataru Bisa Capai 3,62 Juta Orang, Baru 367 Pesawat Serviceable
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bepergian naik pesawat. (Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pesawat yang siap dan dinyatakan laik terbang untuk melayani perjalanan masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencapai 367 unit.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi mengatakan telah melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terjadwal di 38 bandara mulai 21 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah I-X.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Kemenhub juga akan berkoordinasi terus dengan penyelenggara bandara dan maskapai terkait dengan ramp check ini untuk menjamin kelancaran serta meningkatkan pemenuhan aspek keselamatan penerbangan pada masa libur Nataru.

“Per November 2022, pesawat yang serviceable [laik terbang] yaitu 367 pesawat di AOC 121 dan 223 pesawat di AOC 135. Pesawat ini lah yang siap melayani kebutuhan masyarakat pada libur Nataru nanti,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: Investasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Sebagai informasi, AOC 121 adalah sertifikat yang diberikan kepada pesawat berkapasitas di atas 30 tempat duduk. Adapun, AOC 135 merupakan sertifikat yang diberikan kepada pesawat berkapasitas di bawah 30 tempat duduk.

Dia menjelaskan inspeksi pesawat dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap standar dan peraturan yang telah ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), yang dilakukan secara berjadwal oleh tim inspektur dari DKPPU.

Ramp check, lanjutnya, merupakan proses penting untuk menjamin keselamatan transportasi udara. Terlebih, menjelang Nataru frekuensi penerbangan akan lebih meningkat dari biasanya.

Kemenhub memperkirakan jumlah penumpang transportasi udara pada masa libur Nataru tahun ini mencapai 3,62 juta penumpang, atau 52,7 persen lebih besar dari tahun lalu.

Baca Juga: Solopos Hari Ini: Kondusivitas Masyarakat Faktor Penting Investasi

Protokol Kesehatan

Peningkatan jumlah penumpang dikarenakan tidak ada aturan pembatasan mobilitas pada penyelenggaran Nataru tahun ini.

Pemerintah memprediksikan jumlah penumpang transportasi udara pada periode Natal 2022 dan tahun baru 2023 (Nataru) akan mengalami peningkatan sebesar 52,7 persen dibandingkan dengan pada tahun lalu.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi menjelaskan jumlah penumpang pada periode akhir tahun 2022 lebih besar dibandingkan dengan pada tahun lalu karena tidak adanya pembatasan mobilitas.

“Pada Nataru 2021/2022 jumlah penumpang pada masa Nataru sebesar 2,37 juta penumpang, dan tahun ini diprediksi akan mencapai 3,62 juta penumpang, karena tidak ada pembatasan mobilitas pada penyelenggaraan Nataru 2022/2023,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Provinsi Jawa Tengah Masih Seksi untuk Investasi

Menghadapi masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mempersiapkan strategi antisipasi sektor transportasi udara, agar penyelenggaraan Nataru dapat berjalan lancar dan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan penerbangan serta penerapan protokol kesehatan.

Penumpang pesawat pun diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi syarat aturan yang berlaku selama periode libur akhir tahun Nataru. Maria Kristi menegaskan kendati tahun ini tidak ada pembatasan mobilitas pada penyelenggaran Nataru, dia tetap mengimbau kepada calon pengguna jasa transportasi udara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap memenuhi aturan persyaratan kesehatan yang berlaku.

“Aturan tersebut seperti menunjukkan surat vaksin dosis ketiga atau booster dan selalu menggunakan masker selama penerbangan,” ujarnya. Sementara itu, Angkasa Pura I atau AP I memprediksikan jumlah penumpang akan meningkat hingga 1,5 juta saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan masih mengkalkulasi target penumpang, tetapi diperkirakan pergerakan bisa mencapai lebih dari 1,5 juta penumpang. Pasalnya, dari data penumpang pada November saja sudah menembus sebanyak 1,3 juta penumpang.

“Target penumpang kami masih menghitung. Tetapi jumlah penumpangnya insyaallah optimistis di bulan Desember 2023 ini bisa antara 1,4 juta hingga 1,5 juta dalam satu bulan,” ujarnya.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode