Kategori: Wonogiri

Penumpang Bus Naik 50%, Ribuan Kaum Boro Serbu Wonogiri pada Awal Libur Panjang


Solopos.com/Aris Munandar,

Solopos.com, WONOGIRI -- Ribuan kaum boro tiba di Wonogiri pada awal libur panjang Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/10/2020). Kedatangan kaum boro di Wonogiri dapat dilihat berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura Wonogiri.

Berdasarkan data produksi Terminal Wonogiri, mulai Rabu hingga Kamis (29/10/2020), terjadi lonjakan penumpang dari kota-kota besar, terutama dari wilayah Jabodetabek. Kenaikan jumlah penumpang kedatangan mencapai 50 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Rabu, jumlah penumpang kedatangan bus Antara Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 2.131 orang. Kemudian pada Kamis, jumlah penumpang sebanyak 2.458 orang. Sedangkan pada Selasa (27/10/2020), jumlah penumpang hanya 1.138 orang.

Sementara itu, jumlah penumpang keberangkatan berjalan normal, tidak ada lonjakan. Jumlah penumpang pada Rabu, sebanyak 1.432 orang. Sedangkan pada Kamis, sebanyak 1.558 orang.

Rumah Lebih Sehat dengan Cross Ventilation, Seperti Apa?

Adanya lonjakan penumpang pada awal libur panjang juga dirasakan oleh para Perusahaan Otobus (PO). Staf Operasional PO Haryanto wilayah Wonogiri, Heru Setiyono, mengakui bahwa dari Rabu-Kamis terjadi lonjakan penumpang.

"Memang ada peningkatan penumpang pada awal libur panjang dibandingkan hari sebelumnya. Untuk armada kami, pada Rabu, ada peningkatan penumpang sekitar 50 persen. Sedangkan pada Kamis, sekitar 30 persen," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (30/10/2020).

Adanya peningkatan tersebut, kata Heru, pihaknya menambah jumlah armada yang beroperasi dari wilayah Jabodetabek ke Wonogiri. Jika bisanya dalam satu hari hanya ada enam armada yang beroperasi, pada Rabu, ada 12 unit yang beroperasi mengangkut penumpang.

"Pada Rabu ada 12 bus yang digunakan dari Jabodetabek menuju Wonogiri. Kemudian pada Kamis, ada delapan bus. Bus berisi penumpang penuh. Yang paling banyak itu Rabu malam," ungkap dia.

Tiket Balik

Ia mengatakan, mulai Jumat penumpang dari Jabodetabek sudah mulai normal kembali. Namun, menurut dia, pada Minggu (1/11/2020), banyak kaum boro Wonogiri yang sudah memesan tiket untuk kembali ke perantauan.

"Untuk Minggu sudah banyak yang memesan tiket. Terutama untuk pemberangkatan siang dan sore. Kami sediakan delapan unit bus pada hari itu. Mungkin pada Senin [2/11/2020], mereka sudah mulai bekerja lagi. Sehingga memilih Minggu, untuk kembali balik," ujar dia.

Meski libur panjang, lanjut dia, harga tiket tidak ada kenaikan. "Masih normal seperti hari biasa. Harga tiket satu penumpang sebesar Rp220.000. Kami juga perketat protokol kesehatan di dalam bus. Selain wajib memekai masker, kami juga sediakan hand sanitizer untuk digunakan penumpang sebelum dan sesudah masuk bus" kata Heru.

Peningkatan penumpang juga dirasakan oleh pihak PO Putera Mulya. "Pada Rabu-Kamis, kami memberangkatkan sepuluh armada dari Jabodetabek ke Wonogiri. Dan hampir semua terisi penuh penumpang. Ada peningkatan sekitar 50 persen," kata Devisi Marketing PO. Putera Mulya, Heri Prasetyo, saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Heri juga mengakui bahwa mulai Jumat, penumpang sudah mulai normal. Pada Minggu, ada beberapa warga yang sudah memesan tiket untuk kembali ke perantauan melalui agen bus Putera Mulya.

"Rata-rata sudah memesan tiket. Kami lihat sambil memantau perkembangan. Jika penumpang yang balik lebih banyak, tentunya kami akan menambah armada untuk beroperasi," kata dia.

Pemkab Klaten Lakukan Tes Swab Acak di Objek Wisata Air

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan dapat dikatakan terjadi lonjakan penumpang jika jumlah penumpang dalam satu hari melebihi 1.500 orang. Dan pada kenyataannya, pada Rabu dan Kamis, jumlah penumpang kedatangan di Terminal Wonogiri mencapai 2.000 lebih penumpang.

Agus mengatakan, tidak ada persiapan khusus menyambut libur panjang pada pekan ini. Namun pada Selasa, Pemkab Wonogiri teleh melalukan tes swab kepada para penumpang. Langkah tersebut sebagai upaya deteksi dini dalam mencegah persebaran Covid-19.

Dimodifikasi pada Jumat, 30 Oktober 2020 15:13

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi