Penumpang Bus dari Jabodetabek di Terminal Wonogiri Melonjak Lagi, Hampir 2.500 orang Dalam Satu Hari
Solopos.com|soloraya

Penumpang Bus dari Jabodetabek di Terminal Wonogiri Melonjak Lagi, Hampir 2.500 orang Dalam Satu Hari

Jumlah penumpang kedatangan bus AKAP di Terminal Giri Adipura Wonogiri dari wilayah Jabodetabek kembali melonjak.

Solopos.com,WONOGIRI -- Jumlah penumpang kedatangan bus AKAP di Terminal Giri Adipura Wonogiri dari wilayah Jabodetabek kembali melonjak pada akhir pekan kemarin.

Berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura Wonogiri, jumlah kedatangan penumpang bus pada Sabtu (3/10/2020) sebanyak 1.822 orang. Sedangkan pada Minggu (4/10/2020), sebanyak 2.486 orang.

Kali terakhir terjadi lonjakan penumpang kedatangan, hingga mencapai 2.000 orang lebih terjadi satu hari sebelum Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar lagi, yakni pada Minggu (13/9/2020). Saat itu jumlah penumpang kedatangan mencapai 2.286 orang.

Klaster Keluarga Bermunculan di Boyolali, Ada di Ngemplak dan Ampel

Setelah ada PSBB di Jakarta, jumlah penumpang sempat anjlok. Dalam setiap hari, penumpang kedatangan hanya berjumlah 500-1000 orang.

Meski banyak yang pulang kampung, sebagian warga Wonogiri juga melakukan perjalanan ke wilayah Jabodetabek. Pada Sabtu, jumlah penumpang keberangkatan sebanyak 1.225 orang. Sedangkan pada Minggu, sebanyak 1.647 orang.

"Kami tadi sempat berbincang dengan Pak Sekda Wonogiri. Selain PSBB, kami menduga alasan lain terjadi lonjakan penumpang kedatangan dari Jebodetabek karena saat ini tengah musim hajatan atau wong nduwe gawe," kata Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto, saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Hajatan

Menurut Agus, saat ini sudah mulai memasuki musim hajatan. Tentunya banyak warga yang akan melangsungkan pernikahan, meski tidak diperbolehkan menggelar acara resepsi.

"Memang saat bulan seperti ini meski tidak ada pandemi Covid-19, ramai penumpang. Banyak yang melangsungkan akad nikah. Kalau pas Sura kan tidak ada yang menggelar hajatan. Jadi bisanya memang sepi penumpang," ungkap dia.

Hingga saat ini, menurut Agus, pihaknya belum melakukan persiapan khusus menghadapi adanya peningkatan jumlah penumpang dari Jabodetabek. "Belum ada persiapan khusus. Kami utamakan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan di dalam bus. Dan itu sudah kami lakukan sejak ada pandemi," kata dia.

Dinilai Janggal, Ini Penjelasan Pemkot Solo Soal Videotron Baru di Ngarsopuro

Terkait persiapan khusus, lanjut dia, masih menunggu langkah Satgas Covid-19 Wonogiri. Jika ada upaya seperti saat awal pandemi, pihaknya siap mendukung. Dulu, upaya yang dilakukan yakni pengecekan suhu tubuh kepada penumpang dan setiap penumpang wajib masuk bilik sterilisasi.

"Kami tetap menghimbau kepada seluruh pemudik. Meski banyak kelonggaran, tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Agus.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago