Penularan Covid-19 Boyolali: Sempat Ada 22 Klaster, Kini Tinggal 7 Yang Masih Aktif

Jumlah klaster penularan Covid-19 Boyolali berkurang jauh dari 22 klaster pada pertengahan November kini tinggal tujuh klaster aktif.
Penularan Covid-19 Boyolali: Sempat Ada 22 Klaster, Kini Tinggal 7 Yang Masih Aktif
SOLOPOS.COM - Ilustrasi persebaran virus corona pemicu Covid-19 di udara. (Bisnis)

Solopos.com, BOYOLALI-- Jumlah klaster penularan Covid-19 Kabupaten Boyolali terus berkurang. Kini tersisa tujuh klaster saja yang masih aktif.

Padahal sebelumnya pada pertengahan November 2020, total ada 22 klaster yang aktif. Data tujuh klaster aktif itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali pada Rabu (16/12/2020).

Kebijakan Karantina Pemudik Solo Berubah Lagi, Pemkot Batal Bikin Posko di Terminal dan Stasiun

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan tujuh klaster yang masih aktif itu dominasinya dari keluarga dan tempat kerja.

Ratri menyebut berkurangnya jumlah klaster penularan Covid-19 Boyolali merupakan kabar baik. Bisa jadi hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mendukung penanganan Covid-19 Boyolali terus meningkat.

61 Warga Solo Meninggal Positif Covid-19 Dalam 15 Hari Terakhir, Total 176 Orang

Pada sisi lain, berkurang jumlah klaster itu juga buat dari upaya yang terus menerus dari tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi secara cepat pada kasus positif. Kemudian segera memberlakukan isolasi atau karantina bagi yang terdeteksi positif Covid-19.

"Mereka ini dalam proses menuju kesembuhan. Saat ini rata-rata sudah sembuh," kata Ratri kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

Dukung Kebijakan Karantina Pemudik Solo, Bandara dan Stasiun Siapkan Titik Penjemputan

Protokol Kesehatan

Ratri juga mengatakan kesadaran masyarakat sudah meningkat untuk melakukan testing, kemudian melakukan karantina atau isolasi mandiri ketika terkonfirmasi positif. Karena itu lah tidak lagi bermunculan klaster baru penularan Covid-19 di Boyolali.

"Selama karantina, warga tertib menerapkan protokol kesehatan dan tidak pergi ke mana pun, maka penularan bisa dicegah. Itu bisa terlihat dari jumlah kasus yang jumlahnya semakin menurun," lanjut Ratri.

Ornamen Flyover Purwosari Solo Tampilkan Ikon Tari Gambyong, Ini Maknanya

Ia menyebutkan hingga Rabu (16/12/2020), jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 Boyolali sebanyak 2.547 kasus. Dari jumlah itu 153 orang masih menjalani perawatan.

Kemudian 226 orang menjalani isolasi mandiri, 2.084 orang selesai isolasi, dan 84 orang meninggal dunia. Angka kesembuhan pasien Covid-19 Boyolali sekitar 82% dan angka kematian sekitar 3%.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago