top ear
Paslon Gibran-Teguh dan Bajo menunjukkan nomor urut yang diperoleh saat pengundian dalam Pilkada Solo 2020, Kamis (24/9/2020). (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Paslon Gibran-Teguh dan Bajo menunjukkan nomor urut yang diperoleh saat pengundian dalam Pilkada Solo 2020, Kamis (24/9/2020). (Istimewa)

Penuh Makna, Begini Proses Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo 2020

Begini prosesi pengundian nomor urut pasangan cawali-cawawali yang bersaing di Pilkada Solo 2020.
Diterbitkan Kamis, 24/09/2020 - 15:07 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Ada yang berbeda dalam pengundian nomor urut pasangan cawali-cawawali Solo 2020 yang ddigelar KPU, Kamis (24/9/2020). Prosesi ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pemakaian padasan sebagai simbool budaya.

Pantauan Solopos.com, jumlah orang yang diperkenankan memasuki ruangan dibatasi. Sebelum masuk mereka menjalani  pengecekan suhu tubuh dan wajib memakai masker.

Berdasarkan PKPU Nomor 13/2020, hanya pasangan cawali-cawawali dan LO yang boleh memasuki ruang rapat pleno terbuka. Sedangkan untuk awak media, KPU Solo membatasi jumlah yang bisa masuk, yakni hanya 20 wartawan.

Pengundian nomor urut diawali pengundian angka satu hingga sembilan oleh cawawali, Teguh Prakosa dan F.X. Supardjo. Mereka diminta mengambil masing-masing satu dari sembilan botol hand sanitizer yang disiapkan.

Dituding Murtad, Dory Harsa Curhat Netizen Maha Benar

Botol-botol itu berisi angka satu hingga sembilan. Pengundian angka untuk menentukan siapa yang memilih terlebih dulu saat pengundian nomor urut. Hasilnya, Teguh mendapat angka satu sedangkan Supardjo mendapat angka sembilan.

Dengan begitu pasangan Gibran-Teguh yang berhak memilih terlebih dulu saat pengundian nomor urut. Saat pengundian nomor urut, KPU Solo menggunakan dua padasan sebagai wadah gulungan kertas berisi nomor urut.

Padasan sengaja dipakai sebagai simbol pesan agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan. Padasan digunakan nenek moyang bangsa Indonesia sebagai tempat menampung air untuk mencuci tangan.

Pada zaman dulu, di depan rumah warga disediakan padasan berisi air yang bisa digunakan masyarakat untuk mencuci tangan. Selain mengajarkan kebersihan, nenek moyang bangsa Indonesia mengajarkan keikhlasan berbagi dengan sesama.

Covid-19 Jateng:  Muncul Klaster Ponpes di Purokerto & Kebumen

Gibran-Teguh 1, Bajo 2

Dari dua padasan yang disediakan, pasangan Gibran-Teguh yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih kompak memilih di sisi kanan atau yang paling dekat dengan posisi mereka berdiri.

Sedangkan pasangan Bajo otomatis mendapat padasan satunya yang berada di sebelah kiri atau berada paling dekat dengan mereka.

Setelah dipastikan padasan mana yang dipilih, selanjutnya pasangan Gibran-Teguh dan Bajo membuka bersama padasan itu.

Pembukaan padasan diawali dengan melepas segel yang menempel di penutup padasan lalu mengambil gulungan kertas di dalamnya. Sejurus kemudian mereka membuka bersama gulungan berisi nomor urut itu.

Terganggu karena Bibir Pecah-Pecah, Atasi dengan Bahan-Bahan Alami Ini

Setelah dibuka, pasangan Gibran-Teguh mendapat nomor urut 1 dan Bajo 2. Selanjutnya mereka menandatangani berita acara penetapan nomor urut paslon wali kota dan wawali.

“Foto di berita acara ini untuk penetapan undian nomor urut, yang di kertas suara bisa foto yang berbeda,” ujar Nurul Sutarti, Ketua KPU Solo.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini