Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pentingnya IMD dan ASI Eksklusif bagi Bayi untuk Cegah Stunting

Stunting dapat dicegah dengan menjaga asupan dan memperhatikan kesehatan bayi. Di antaranya dengan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.
Pentingnya IMD dan ASI Eksklusif bagi Bayi untuk Cegah Stunting
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bayi baru lahir. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Stunting dapat dicegah dengan menjaga asupan dan memperhatikan kesehatan bayi. Di antaranya dengan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.

Salah satu dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) JIH Solo, dr. Lucy Endang Savitri, Sp.A, menyampaikan IMD merupakan salah satu proses yang penting dilakukan sesaat setelah bayi lahir.

Saat proses itu, bukan saja memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencari puting susu ibunya, namun ada beragam manfaat yang didapatkan bayi dan ibunya.

Pada proses itu, biasanya bayi diletakkan di atas dada ibunya dan dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri IMD disebut akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif.

Dalam proses tersebut secara tidak langsung, juga akan terjadi skin to skin contact atau kontak antarkulit bayi dan ibunya. Hal itu juga memberikan manfaat untuk bayi.

“Jadi bayi baru lahir, pertama kali yang dikenalkan adalah ibunya. Dia akan kontak dengan ibunya skin to skin, ini juga untuk mengurangi risiko hipotermia atau kondisi dimana suhu tubuh bayi yang turun drastis setelah bayi lahir,” urainya, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Intim, Wajar atau Harus Diwaspadai?

Sementara jika bayi kedinginan, itu akan menimbulkan dampak yang kurang baik untuk kesejahteraannya saat itu. Sebab jika bayi mengalami kedinginan maka tubuhnya akan berusaha meningkatkan suhu tubuh dengan pembakaran kalori dengan cepat ,halini akan menghabiskan energi, kalorinya akan habis, dan cadangan gulanya juga berkurang.

“Kemudian mengganggu semua sistem, jadi anaknya tidak bugar kalau bayi kedinginan itu,” tambahnya.

Selain itu, dr Lucy melanjutkan, saat IMD, selain terjadi kontak antara ibu dan bayi itu, hal ini memungkinkan bayi untuk menjilat kulit ibunya.

Dengan cara itu, bayi akan mendapatkan bakteri baik pada kulit ibunya yang kemudian akan masuk ke saluran pencernaannya.

“Ini sebagai modal, mendapatkan bakteri baik untuk saluran cernanya,” ungkapnya.

Baca Juga: Talkshow Kesehatan RS JIH Solo Mengulas Pentingnya Medical Check Up

Dari sisi psikologis ibu yang melahirkan, proses tersebut juga akan memberikan dampak positif. Dengan berinteraksi dengan bayi yang baru saja dilahirkan akan mengurangi stres dan mengurangi nyeri pada ibu pascamelahirkan.

Berdasarkan penelitian yang ada, Lucy menyampaikan pada bayi-bayi yang melaksanakan IMD, akan lebih mudah dalam menjalani proses ASI eksklusif nantinya dibandingkan pada bayi-bayi yang tidak melakukan IMD.

Hanya perlu diperhatikan bahwa IMD itu harus dilakukan secara benar dan dilanjutkan dengan program rawat gabung dengan ibunya selama mereka berdua menjalani masa perawatan di RS, dengan begitu bayi tetap bisa menyusu ibunyasetiap kali membutuhkan.

“NamunIni kita bicara ketika kondisi bayi maupun ibunya dalam kondisi sehat dan bugar,” ingatnya.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Mencegah Penularan Penyakit Cacar Monyet

Dikombinasikan Secara Seimbang

Dokter Spesialis Anak RS JIH Solo, dr. Lucy Endang Savitri, Sp.A, menyampaikan IMD merupakan salah satu proses yang penting dilakukan sesaat setelah bayi lahir. (Istimewa)
Dokter Spesialis Anak RS JIH Solo, dr. Lucy Endang Savitri, Sp.A, menyampaikan IMD merupakan salah satu proses yang penting dilakukan sesaat setelah bayi lahir. (Istimewa)

Sedangkan ketika salah satu atau keduanya tidak dalam kondisi baik, ada kemungkinan tidak bisa melaksanakan IMD ataupun rawat gabung. Namun jika hal ini terjadi bukan berarti ke depan tidak bisa menjalankan program ASI eksklusif.

Bayi tetap bisa mendapatkan ASI Eksklusif setelah pulih dengan menjalani beberapa langkah yang diarahkan oleh dokter. ASI eksklusif itu merupakan pemberian ASI tanpa adanya tambahan makanan atau minuman lainnya, kecuali obat. Proses tersebut berjalan selama enam bulan pertama usia bayi.

“Jadi selama enam bulan pertama, bayi tidak minum apapun kecuali ASI. Baru setelah itu dilanjutkan dengan penambahan makanan pendamping ASI, sampai usia dua tahun,” jelasnya.

Pemberian makanan pendamping tersebut harus dikombinasikan dengan ASI secara seimbang. Artinya setelah melewati masa enam bulan pemberian ASI eksklusif, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI dan makanan pendamping berupa makanan padat secara seimbang.

“Setelah bayi melewati usia 6 bulan, jika asupannya hanya ASI dengan tanpa pemberian makanan itu tidak baik. Demikian pula jika pemberian makanan tanpa ASI, itupun tidak baik,” ujar Lucy.

Baca Juga: Kista dan Miom Sering Dikeluhkan Kaum Perempuan, Berbahayakah?

Lalu bagaimana kaitan pemberian IMD dan ASI eksklusif dengan pencegahan stunting?

Dokter Lucy menjelaskan bahwa stunting bisa terjadi ketika bayi mengalami kekurangan asupan atau mengalami infeksi berulang terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.

“Sebenarnya tidak secara langsung, pakai ASI lalu tidak stunting, itu tidak secara langsung. Tapi dengan pemberian ASI, membuat bayi-bayi ini mendapatkan support asupan selama enam bulan secara baik dan sekaligus mendapatkan perlindungan terhadap kejadian infeksi. Itu yang membuat bayi terlindungi dari infeksi sehingga pertumbuhannya tidak gampang terhambat,” ujarnya.

Bagaimana jika paskamelahirkan ASI tidak keluar sama sekali? Apa yang harus dilakukan oleh sang bunda?

Dokter cantik dan penyabar ini menerangkan bahwa haltersebut sangat jarang terjadi, karena sejak usia kehamilan memasuki bulan ke-5, ASI mulai diproduksi. Dengan demikian ASI sudah siap untuk diberikan paskapersalinan

“Hanya,memang dibutuhkan support psikologis keluarga sangat dibutuhkan oleh sang ibudalam proses tersebut karena faktor kekhawatiran yang tinggi dari sang ibu turut berperan dalam tertundanya pengeluaran ASI,” ujarnya.

Baca Juga: Ingin Jalani Pola Hidup Sehat? Ini yang Harus Diperhatikan

Bagaimana cara ibu dan ayah mengetahui kecukupan ASI untuk bayinya?

“Hal itu dapat diketahui melihat urine [air kencing] yang dikeluarkan bayi tersebut, jika urinenya sebanyak lama dia menyedot ASI, maka ASI yang didapatkannya sesuai dengan yang dibutuhkannya. Selain itu, dapat pula diketahui dengan cara menimbang berat badan bayi dimana untuk periode harian bisa dicek melalui pipis bayi, sedangkan monitor perbulannya dapat diketahui dari berat badannya,” jelas Lucy.

Mengingat betapa pentingnya IMD dan ASI Eksklusif tersebut, Lucy sangat mengimbau kepada ibu hamil dan orang-orang di sekitarnya untuk berkonsultasi lebih dahulu dan lebih lengkap mengenai laktasi sebelum bayi lahir.

“Dengan pemahaman yang baik serta support keluarga Indonesia yang tinggi terkait IMD dan ASI Eksklusif, saya yakin angka stunting di negara tercinta ini segera dapat diturunkan sehingga rakyat Indonesia lebih sehat dan negara lebih kuat,” jelasnya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terpopular
    Indeks Berita
    Berita Terkini
    Indeks Berita
    Part of Solopos.com
    Punya akun? Silahkan login
    Daftar sekarang...
    Support - FaQ
    Privacy Policy
    Tentang Kami
    Kontak Kami
    Night Mode