Penjualan Online Tak Signifikan, Banyak Tenant di Solo Grand Mall Pilih Tutup

Public Relations Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, mengatakan PPKM Darurat berdampak besar pada operasional mal
Penjualan Online Tak Signifikan, Banyak Tenant di Solo Grand Mall Pilih Tutup
SOLOPOS.COM - Sepinya Solo Paragon Mall sebagai dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (13/7/2021).(Farida Trisnaningtyas/Solopos)

Solopos.com, SOLO— Dampak Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sangat di rasakan pusat-pusat perbenlanjaan dan mal termasuk tenant-tenant di dalamnya termasuk Solo Grand Mall.

Public Relations Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, mengatakan PPKM Darurat berdampak besar pada operasional mal. Menurutnya, operasional mal semakin berat karena banyak tenant yang tutup lantaran penjualan online hasilnya tidak terlalu siginifikan. Meskipun ada pula tenant food and beverage (FnB) juga cukup bagus penjualan daringnya.

“Kalau bicara soal grafik pengunjung turunnya banyak sekali. Kami lihat dari kendaraan bermotor yang parkir penurunannya bisa sampai 80%. Semoga PPKM Darurat tidak diperpanjang. Kami di mal tidak hanya mengandalkan online, tapi juga jumlah kunjungan,” kata dia.

Baca Juga: Sepinya Mal di Solo, Manajemen Berharap PPKM Darurat Tak Diperpanjang

Sementara itu, Asisstan Manager Marcom PGS, Reza, menambahkan manajemen sepenuhnya mematuhi aturan PPKM Darurat yang berlaku dengan menutup PGS sementara waktu. Hal ini kemudian dimanfaatkan manajemen untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara masif.

“Kalau pedagang mau ambil barang diperbolehkan, tetapi meski mengajukan surat permohonan dulu sebelum mengeluarkan barangnya. Pintu kami buka satu di pintu utama,” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak diperpanjang. Jika kebijakan ini berlanjut, maka bisa membuat usaha gulung tikar dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Meskipun dalam hal ini, usaha esensial diperbolehkan buka, sementara nonesensial harus tutup sementara.

Baca Juga: Curhat ke Presiden Jokowi, Karyawan Garuda: 2.000 Orang Kena PHK, Gaji Dipotong

Berharap PPKM Darurat Cukup Dua Pekan

Ketua APPBI Solo, Veronica Lahji, berharap PPKM Darurat ini cukup dua pekan saja (3-20 Juli 2021). Menurutnya, dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan usaha dan nasib para karyawannya.

“Kami mendukung program pemerintah pusat dengan hanya membuka sektor esensial seperti supermarket dan food and beverage [FnB]. Penjualan dilakukan secara online dan ini sangat kurang kalau dihitung secara omzet,” ujar dia, kepada Solopos.com, Rabu (14/7/2021).

Veronica menjelaskan PPKM Darurat sangat memengaruhi kondisi perekonomian para pelaku usaha dan para karyawannya. Bagaimanan tenant-tenant di mal banyak mengalami kerugian dan bisa jadi banyak pegawai yang dirumahkan sehingga terancam terkena PHK jika kebijakan ini dilanjutkan.

Pihaknya mencontohkan di Solo Paragon Mall tenant yang buka sekitar 20%. Namun demikian, banyak yang akhirnya memilih menutup usahanya lantaran biaya operasionalnya cukup besar jika buka. Hal ini lantaran pendapatan yang mereka peroleh tidak seberapa dan cenderung rugi.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago