Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Penjualan Meningkat, Peternak Sukoharjo Malah Curhat Kurang Modal

Di tengah meningkatnya penjualan ternak untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, peternak justru curhat butuh modal.
SHARE
Penjualan Meningkat, Peternak Sukoharjo Malah Curhat Kurang Modal
SOLOPOS.COM - Kambing milik Wahyu Jambol di Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (2/7/2022). (Istimewa/Wahyu Jambol)

Solopos.com, SUKOHARJO — Di tengah meningkatnya penjualan ternak untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, peternak justru curhat butuh modal.

Hal itu seperti disampaikan, peternak kambing dan domba asal Nglayang, Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Mulyono, 58, Sabtu (2/7/2022). Dia menyebut saat ini modal Rp20 juta sulit untuk memutar uang dari penjualan ternak.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Nek modal ngeten niki ra sedeng Rp50 juta. Rata-rata domba/kambing per ekor Rp2,5 juta kalau kali 20 ekor sudah Rp50 juta belum kebutuhan pakan dan lainnya,” katanya saat di temui di rumahnya.

Mulyono mengaku harga domba dan kambingnya naik Rp100.000-Rp150.000 per ekor dibandingkan harga saat Iduladha tahun lalu. Rata-rata ia mampi menjual 25-30 ekor kambing maupun domba setiap momen Iduladha.

Pembelinya kambingnya dari beberapa daerah. “Ini [domba] harganya macam-macam ada yang Rp2,2 juta sampai Rp3,5 juta. Kalau kambing ada yang Rp2,7 juta-Rp3 juta. Di banding iduladha kemarin ningkat ini Rp100.000-Rp150.000,” kata dia.

Baca Juga: Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Sementara itu, penjual sapi asal Krandon, Genengsari, Polokarto, Hari Eko Wahyudi, 25, mengaku kesulitan menjual ternaknya. “Untuk harga masih bisa dibilang sama, tapi untuk penjualan yang sulit. Bisa dibilang mati suri, kecuali sapi untuk kurban saat ini. Peternak hampir semua menunda pembelian sapi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu.

Dia menyebut harga sapi di daerahnya kini berkisar Rp18 juta-Rp23 juta tergantung jenis dan ukuran sapi.

Pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022 telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Angka penularan PMK per Jumat (1/7/2022) pukul 12.00 WIB menurut data dari iSIKHNAS Kementerian Pertanian telah mencapai 233.370 kasus aktif yang tersebar di 246 wilayah kabupaten/kota di 22 provinsi.

Baca Juga: Fix! Hewan Kurban di Sragen Harus Punya SKKH atau…

Di Sukoharjo sendiri, Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo telah menutup Pasar Hewan Bekonang sejak 24 Mei 2022  hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah itu dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus yang menyerang hewan ternak selain vaksinasi PMK yang saat ini gencar dilaksanakan.

Pasar tradisional lain yang terdapat aktivitas jual-beli hewan ternak juga ditutup, misalnya Pasar Tawangsari dan Pasar Gawok di Kecamatan Gatak.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode