Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pengurus Bank Sampah Banjarsari Solo Senang Warga Dipaksa Pilah Sampah

Progam Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Solo, memaksa warga memilah sampah disambut baik para pengurus bank sampah di tingkat RW.
SHARE
Pengurus Bank Sampah Banjarsari Solo Senang Warga Dipaksa Pilah Sampah
SOLOPOS.COM - Warga menimbang sampah yang telah dipilah di RW 013 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Siswati)

Solopos.com, SOLO — Program paksa pilah sampah yang dicanangkan Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Solo, mulai 1 Januari 2022 mendatang, mendapat sambutan positif dari warga. Kebijakan ini bertujuan agar sampah rumah tangga bisa dikelola dari hulu yaitu masyarakat.

Selama ini masyarakat cukup sulit diajak untuk memilah antara sampah yang bisa didaur ulang dan sampah yang tak bisa didaur ulang seperti sampah plastik. Biasanya warga memasukkan seluruh sampah dalam satu kantong plastik lalu membuangnya di tempat sampah untuk diambil oleh petugas.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Ketua RW 013 Kelurahan Nusukan, Siswati, mengaku gembira mendengar regulasi yang mengatur agar warga untuk memilah sampah dari rumah. Selama ini pengurus bank sampah RW 013 Nusukan, Uwuh Berkah, harus bekerja sendiri mengurangi limbah rumah tangga sejauh ini.

“Selama ini yang memilah sampah masih sedikit. Sebelum ada program dari pak camat, kami sudah ada bank sampah dan minta tolong untuk didukung,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Banjarsari Solo Tegas Lur, Warga Kena Sanksi Jika Tak Pilah Sampah

Ia mengatakan ada sekitar 660 keluarga yang tersebar di delapan RT wilayah RW 013 Nusukan. Hanya sekitar 40 keluarga yang aktif dalam kegiatan bank sampah RW 013 Nusukan, Banjarsari, Solo.

Menurutnya, ada sejumlah tantangan mengajak warga secara sadar memilah sampah mereka, antara lain banyaknya pemulung di RT 001/RW 013 Nusukan sehingga sampah yang dapat didaur ulang dijual ke pengepul. Selain itu warga kurang antusias memilah sampah meskipun para pengurus bank sampah mengambil sampah ke rumah.

Langkah Jemput Bola

“Kami melakukan sosialisasi termasuk mengambil langkah jemput bola untuk bank sampah. Kami juga kalah dengan tukang rosok keliling yang membeli barang bekas,” paparnya.

Bank sampah RW 013 telah membina sejumlah sekolahan. Bank Sampah Uwuh Berkah menjual sampah daur ulang milik warga dengan sistem tabungan dan mengolah sejumlah jenis sampah menjadi kerajinan.

Baca Juga: Ratusan Kendaraan Pengangkut Sampah Solo Diinspeksi, Banyak yang Rusak

Siswati mengatakan bank sampah di wilayahnya juga telah diminta pengurus RW lain di Nusukan, Banjarsari, Solo, untuk memberi pelatihan mengelola bank sampah setelah menerima informasi sosialisasi pilah sampah dari rumah dari kecamatan.

Manajer Bank Sampah Resik Kutha, RW 017 Kelurahan Kadipiro, Dini Rosa Sitiayu, mengatakan warga tidak terlalu kaget dengan kebijakan Pemerintah Kecamatan Banjarsari dalam program paksa pilah sampah. Kecuali warga yang tidak terbiasa dengan memilah sampah di rumah.

Ia mengatakan bank sampah di wilayahnya pernah mengadakan lomba pilah sampah untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo pada Minggu (26/9/2021). Warga berhasil mengumpulkan sampah anorganik 427,1 kilogram.

Kesadaran Warga Masih Kurang

“Yang memilah sampah belum ada 10% dari jumlah keluarga namun setelah adanya lomba, kegiatan bank sampah ada peningkatan,” jelasnya.

Baca Juga: Dikawal Polisi-Dishub, Mesin Ukuran Besar Diangkut Truk ke PLTSa Solo

Dini, sapaan akrabnya, mengatakan pengurus RW dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, telah melakukan sosialisasi memilah sampah sejauh ini namun kesadaran masyarakat masih kurang. Sanksi bagi warga yang tidak memilah sampah diharapkan meningkatkan kesadaran warga tentang lingkungan sekitar.

Ia menambahkan Kelurahan Kadipiro memiliki lima bank sampah. Mayoritas warga yang telah memilah sampah memberikan sampah yang memiliki nilai jual kepada petugas pengambil sampah.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Solo, memberlakukan aturan tegas terkait pengelolaan sampah. Warga yang tak memilah sendiri sampah rumah tangga bakal kena sanksi.

Sanksi tersebut yakni tidak mendapatkan pelayanan dari petugas pengambil sampah. Jika mendapati sampah di rumah warga masih bercampur, petugas tidak akan mengambil sampah mereka.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode