PENGUNGSI ROHINGYA : Menag: Santuni Pengungsi Rohingya

SHARE
PENGUNGSI ROHINGYA : Menag: Santuni Pengungsi Rohingya
SOLOPOS.COM - Pengungsi Rohingya (JIBI/Dok)

Pengungsi Rohingya terlunta-lunta karena tidak diakui di negara asalnya.

Solopos.com, JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan perhatian lebih terhadap eksodus Rohingya yang mayoritas Muslim, terlebih karena mereka justru tidak diakui di negara asalnya.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Sejatinya, kata Menag, pengungsi Rohingya merupakan tanggung jawab utama dari Myanmar dan Bangladesh. Dua negara itu yang seharusnya bisa mengendalikan etnis tersebut, agar tidak sampai meninggalkan kampung halamannya dengan menjamin keamanan dan kesejahteraan mereka.

Ia menambahkan “manusia perahu” Rohingya yang eksodus dari Myanmar dan Bangladesh perlu untuk diayomi dan disantuni oleh Pemerintah Indonesia dengan sedikit catatan.

“Tentu kalau mereka [etnis Rohingya] sudah ada di wilayah Indonesia maka tidak ada kata lain selain mengayomi dan menyantuni mereka, tentu dalam waktu dan batas-batas tertentu,” kata Lukman di Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Menag mengemukakan waktu dan batas tertentu itu sudah sesuai dengan kesepakatan di PBB.

Ekspedisi Energi 2022

Sebelumnya, lebih dari 600 pengungsi Rohingya menepi di Pantai Langsa, Aceh, pada Jumat (15/5/2015) pagi. Puluhan dari mereka terpaksa dirawat di RSUD Langsa karena kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan.

Selain di Aceh, sekitar 96 orang pengungsi Rohingya terdampar di perairan Pangkalan Susu, Langkat, Sumatra Utara, setelah terombang ambing selama tiga bulan di laut akibat kapal yang kehabisan bahan bakar.

Para pengungsi tersebut berasal dari negara Myanmar dan Bangladesh yang bertujuan ke Malaysia untuk mencari pekerjaan.

Lebih lanjut, Lukman mengatakan Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar etnis Rohingya tidak terus eksodus dengan diplomasi trilateral yang melibatkan Indonesia, Myanmar dan Bangladesh.

“Sedang diintensifkan pertemuan trilateral dan ditambah beberapa negara ASEAN agar disamakan pandangan dalam menangani pengungsi ini,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago