top ear
Tutup Iklan

Konsultasi di RSIS Yarsis Surakarta (istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Konsultasi di RSIS Yarsis Surakarta (istimewa)

Pengobatan Autoimun Jadi Layanan Unggulan di RSIS Yarsis Surakarta

RSIS Yarsis Surakarta kerap menangani pasien autoimun.
Diterbitkan Selasa, 26/11/2019 - 17:51 WIB
oleh Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO - Artis Ashanty didiagnosis terkena penyakit autoimun. Penyakit autoimun yang diderita istri Anang Hermansyah itu diketahui setelah dirinya melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Apa sih sebenarnya penyakit autoimun itu? Bagaimana cara mengobatinya?

Dokter spesialis penyakit dalam RSIS Yarsis Surakarta, Arief Nurudhin menuturkan, autoimun adalah penyakit yang muncul lantaran sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Padahal, sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dalam melawan bakteri dan virus.

RSIS Yarsis sendiri kerap menangani pasien-pasien dari Solo dan sekitarnya yang didiagnosis mengidap penyakit autoimun. Para pasien menjalani kontrol pengobatan di rumah sakit yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo tersebut.

Jadi Layanan Unggulan RSIS Yarsis

Penanganan terhadap pasien autoimun rupanya menjadi salah satu layanan unggulan di RSIS Yarsis Surakarta.

"Pasien autoimun diperiksa di poliklinik penyakit dalam. Saya kerap menangani pasien autoimun yang berobat ke rumah sakit. Ini salah satu layanan unggulan RSIS," kata dokter Arief Nurudhin.

Bahkan, Dokter Arief menambahkan, pasien yang menjalani pengobatan autoimun di RSIS Yarsis Solo tak hanya berasal dari Kota Solo dan sekitarnya saja.

"Pasien saya tak hanya berasal dari Soloraya melainkan luar Jawa seperti Medan. Bahkan, ada beberapa pasien asal Singapura dan Malaysia rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk berobat," ujar dia.

Gejala Penyakit Autoimun

Ada lebih dari 100 jenis penyakit autoimun yang menunjukkan gejala sama. Misalnya, nyeri di bagian tubuh yang tak kunjung hilang, rasa lelah berlebihan, dan nyeri sendi.

Mayoritas penderita autoimun adalah kalangan wanita usia produktif yang disebabkan meningkatnya hormon estrogen. Kendati demikian, tak sedikit pula kaum adam yang menderita gejala-gejala penyakit autoimun.

Penyebab Penyakit Autoimun

Arief memaparkan, genetik atau keturunan menjadi faktor resiko utama. Gen yang ada di dalam tubuh anak dibentuk dari kombinasi gen ayah dan ibu.

Apabila ayah atau ibu menderita penyakit autoimun maka anak mereka berpotensi mengalami hal serupa.

Selain itu, pola gaya hidup menjadi salah satu penyebab penyakit autoimun. Banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan siap saji yang sedikit memiliki kandungan nutrisi.

"Perubahan hormon terutama kalangan wanita juga pemicu munculnya penyakit autoimun. Karena itu, sebagian besar penderita penyakit autoimun merupakan kalangan wanita," ujar dia.

Pengobatan Penyakit Autoimun

Dokter bakal memberikan obat imunosupresan untuk menekan atau menurunkan reaksi imun pada sistem kekebalan tubuh.

Pasien juga bakal menjalani terapi mental untuk memulihkan kepercayaan diri dan menghilangkan stres.

Mereka bisa saling curhat mengenai berbagai hal termasuk proses pengobatan.

Kebanyakan penderita penyakit autoimun belum dapat disembuhkan. "Obat yang diminum pasien hanya untuk menekan reaksi imun agar tidak kambuh," kata dia.

Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini