[x] close
top ear
Kades di Wonogiri yang dihajar massa setelah tepergok di rumah selingkuhan, Kamis (26/3/2020) tengah malam. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Kades di Wonogiri yang dihajar massa setelah tepergok di rumah selingkuhan, Kamis (26/3/2020) tengah malam. (Istimewa)

Penggerebekan Kades Karangtengah Wonogiri Selingkuh Berujung Saling Lapor

Kasus penggerebekan berujung penganiayaan terhadap kepala desa atau kades di Karangtengah, Wonogiri, yang ketahuan selingkuh berujung saling lapor.
Diterbitkan Senin, 30/03/2020 - 18:01 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI -- Kasus penggerebekan berujung penganiayaan terhadap kepala desa atau kades di Karangtengah, Wonogiri, yang ketahuan selingkuh, Kamis (26/3/2020) tengah malam lalu, berujung saling lapor.

Warga Dusun Manggis, Desa Temboro, Karangtengah, melaporkan Kades Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Bambang Daryono (sebelumnya disebut berinisial BD) itu ke Polres Wonogiri atas tuduhan perzinaan.

Di sisi lain, Bambang juga sudah menunjuk pengacara untuk membawa masalah itu ke jalur hukum. Kades Karangtengah, Wonogiri, itu melaporkan warga desa yang terlibat penggerebekan dan pengeroyokan terhadapnya ke polisi.

Cari Anak Hanyut Asal Klaten, Tim SAR Karanganyar Temukan Mayat Lain Di Bengawan Solo

Pengacara Bambang, Asri Purwanti, mengatakan kliennya diperlakukan tidak manusiawi. Tanpa ditanya apa-apa dia langsung dihajar massa. Tangan dan kaki Bambang diikat dan terus dipukul, ditendang, dan berulang kali disundut rokok.

Bahkan, ada warga yang mengancam akan membunuhnya. Bambang mengaku mengenal orang yang mengikat tangan dan kakinya. Orang itu juga memukulinya.

Bambang melalui Asri melaporkan orang tersebut dengan harapan polisi mengembangkan ke orang lain yang turut menganiaya.

Update! Pasien Positif Corona Indonesia Tembus 1.414 Kasus, Jateng Tambah 17

“Negara ini negara hukum. Kalau main hakim sendiri justru pelanggaran hukum. Ini masuk pidana 170 [Pasal KUHP tentang Pengeroyokan]. Bagaimana kalau klien saya meninggal? Siapa yang bertanggung jawab menghidupi anak dan istrinya? Ini harus jadi pembelajaran, makanya kami melapor ke polisi. Kami sudah punya bukti awal,” kata Asri kepada Solopos.com, Senin (30/3/2020).

Ihwal tuduhan selingkuh dan berzina, Asri mengungkapkan kliennya mengakui memiliki hubungan spesial dengan perempuan warga Manggis, Desa Temboro, Karangtengah.

Sudah Pisah Ranjang

Namun, lanjut Asri, perempuan tersebut sudah pisah ranjang dengan suaminya. Kamis malam itu, orang tua si perempuan meminta Bambang datang. Mereka mengobrol sampai tengah malam.

Gara-Gara ODP, Warga Josroyo Jaten Karanganyar Sempat Blokade Jalan

Tiba-tiba warga menggerebek dan langsung menghajar Bambang. "Mestinya warga yang merasa dirugikan melapor ke polisi atau bisa menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, bukan main hakim sendiri," kata Asri.

Menurut Asri, kliennya sudah membuat surat permohonan maaf kepada keluarganya dan warga desa. Surat tersebut akan dilayangkan kepada pemangku kepentingan terkait.

"Pak Bambang memang salah, tapi bukan berarti warga boleh menghakiminya," imbuh Asri.

Warga Tegalarum Karanganyar Lockdown Kampung hingga April 2020

Sebagaimana diberitakan, Bambang Daryono, digerebek dan dihajar massa saat mengunjungi seorang perempuan di Dusun Manggis, Desa Temboro, Karangtengah, Kamis tengah malam.

Penggerebekan dipimpin suami si perempuan yang curiga istrinya selingkuh dengan Kades Karangtengah, Wonogiri, itu. Peristiwa saat penggerebekan itu direkam dalam bentuk video oleh salah satu warga.

Dalam video itu terlihat Bambang tergeletak dengan kondisi tengah terikat di belakang punggung dan wajahnya terluka.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini