top ear
Ilustrasi pameran produk properti. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi pameran produk properti. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Pengembang Properti Siap Genjot Penjualan Saat Wabah Covid-19 Berlalu

Pengembang terutama yang mengembangkan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah meminta pemerintah dan perbankan untuk memberikan keringanan membayar cicilan dari pembeli ke perbankan.
Diterbitkan Selasa, 31/03/2020 - 13:47 WIB
oleh Solopos.com/Mutiara Nabila
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA–Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) terhambat akibat mewabahnya Covid-19. Apalagi masyarakat diminta untuk bekerja dari rumah dan menjaga jarak fisik dengan orang lain.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Olivia Surodjo mengatakan dengan adanya wabah virus corona ini, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disalurkan sudah mulai terhambat.

“Untuk KPR pasti jadi ada hambatan, misalnya jadi sulit untuk mengumpulkan data dan mendatangkan orang untuk tanda tangan KPR saat ini,” kata Olivia kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Olivia mengatakan stimulus yang diberikan pemerintah termasuk untuk sektor properti sudah cukup banyak. Untuk menggenjot penjualan dengan keadaan saat ini, memberikan gimmick tertentu juga tidak akan membantu.

“Kami sendiri tidak mengharapkan ada tambahan stimulan apa pun. Jadi kami mempersiapkan diri untuk menggenjot penjualan ketika kondisi semuanya sudah pulih nanti,” imbuhnya.

Senada, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan adanya sistem physical distancing dan work from home (WFH) sangat berpengaruh terhadap permintaan dari konsumen yang kemudian akan berpengaruh juga pada penyaluran KPR.

“Walaupun kami tetap bekerja di lapangan, aktivitas dari pembelinya menurun. Penyaluran KPR pasti menurun. Sekarang karena orang tidak mengutamakan untuk beli rumah,” ujarnya.

Terkait hal ini, pengembang terutama yang mengembangkan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah meminta pemerintah dan perbankan untuk memberikan keringanan membayar cicilan dari pembeli ke perbankan.

“Kami pengembang masih menantikan keputusan soal aturan itu. Yang terpenting adalah jangan sampai kalau aturan ini diterapkan, tidak mengganggu NPL [non-performing loan] bank maupun rating kredit konsumen,” ujarnya.

Kendati demikian, Endang mengaku pengembang yang dinaunginya, Delta Group belum mengalami perubahan yang signifikan terkait dengan aktivitas penjualan. Endang menyebut konsumen masih tetap berdatangan dan penyaluran KPR masih berlanjut dengan persetujuan dilakukan secara daring.

Harapan para pengembang, ungkap Endang, wabah ini tidak berlangsung untuk waktu yang terlalu lama agar tidak mempengaruhi pasar terlalu dalam.

Editor : Profile Ivan Indrakesuma
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : #properti

Properti Solo & Jogja


berita terkait