Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap

Pengelola objek wisata di Kota Jogja keberatan apabila aturan ganjil genap jadi diberlakukan. Pasalnya, tanpa aturan itu pun, jumlah pengunjung yang bisa masuk sangat sedikit.
Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap
SOLOPOS.COM - Sejumlah pengunjung memindai QR Code melalui aplikasi Pedulilindungi saat masuk ke GL Zoo, Minggu (19/9/2021). (Dok. GL Zoo Jogja)

Solopos.com, JOGJA — Pengelola objek wisata di Jogja yang melakukan uji coba pembukaan kembli menyatakan keberatan dengan waca aturan ganjil genap pada nomor kendaraan pengunjung. Aturan ini sejatinya telah diturunkan Mendagri ke sejumlah daerah, namun Pemkot Jogja mengaku belum menerapkan karena masih dalam tahap kajian.

Pemberlakuan aturan ganjil genap bagi wisatawan pada akhir pekan bertujuan mengurangi lonjakan wisatawan di masa PPKM ini.  Aturan akan mengikuti ketentuan tanggal yang berlaku di hari itu dan disesuaikan dengan pelat kendaraan pengunjung.

Manajemen Kebun Binatang Gembira Loka (Gembira Loka Zoo) adalah salah satu pihak yang keberatan dengan aturan itu. Pasalnya, tanpa aturan itu diterapkan, pengunjunga yang datang ke Gembira Loka Zoo masih sangat minim. Hal ini dikarenakan banyaknya wisatawan yang tidak lolos saat memindai aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat masuk ke tempat wisata.

Baca Juga: Indahnya Tempat Wisata Tersembunyi di Bantul Ini, Jalannya Menantang Hlo

Namun, jika pada akhirnya aturan ganjil genap itu diterapkan, mereka bakal mengikuti. “Pihak manajemen menyerahkan kebijakan ganjil genap kepada pihak yang berwenang. Namun, seharusnya kebijakan itu diterapkan di objek-objek wisata yang vital saja. Yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kalau di GL Zoo kan sudah menyaring pengunjung secara otomatis dengan QR code PeduliLindungi,” kata Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan, Senin (20/9/2021).

Yosi mengatakan kurang lebih sepekan uji coba pembukaan destinasi wisata di masa PPKM level 4 sedikitnya 75% pengunjung ke GL Zoo Jogja ditolak. Penolakan ini karena wisatawan tidak memenuhi sejumlah syarat saat dipindai melalui aplikasi Pedulilindungi. Hal ini pun berimbas pada sepinya jumlah pengunjung ke kebun binatang tersebut.

“Rata-rata pengunjung yang bawa anak di bawah usia 12 tahun atau belum divaksin merasa keberatan karena tidak boleh masuk,” kata Yossi.

Baca Juga: Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Pihaknya berharap ada solusi dari pemerintah ketika GL Zoo dan dua destinasi wisata lain di DIY sudah dibolehkan beroperasi kembali saat PPKM level 3 ini. Mengingat segmentasi wisata yang berbeda di antara ketiganya. “Karena segmentasi pariwisata rata-rata didominasi kalangan keluarga. Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat yang sama-sama menguntungkan, baik untuk destinasi maupun pelaku pariwisata,” ucap Yosi.

Dia menambahkan kewajiban memindai wisatawan menggunakan aplikasi PeduliLindungi itu menjadikan jumlah pengunjung yang bisa masuk hanya 25%. “Yang 75% tidak bisa masuk karena bawa anak kecil yang belum menjalani vaksinasi Covid-19,” ungkapnya.

Kebun binatang terbesar di Jateng dan DIY ini telah resmi beroperasi kembali sejak Selasa pekan lalu setelah sehari sebelumnya sempat uji coba pembukaan dengan hanya dikunjungi 34 wisatawan. Calon pengunjung banyak yang ditolak karena membawa anak di bawah usia 12 tahun, sesuatu yang belum diperbolehkan.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap ke Tebing Breksi Diberlakukan, Puluhan Kendaraan Diputar Balik

Jumlah pengunjung yang boleh masuk di GL Zoo pada Minggu (19/9/2021) laku pun tercatat hanya 130 orang dan yang terpaksa balik kanan karena membawa anak kecil mencapai 607 orang. Wisatawan yang ditolak masuk itu tak hanya dari Jogja, melainkan ada yang datang dari luar kota seperti Cirebon, Bandung, Kediri, Solo, dan wilayah Jateng lainnya.

Berlaku di Malioboro

Sementara, Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, mengatakan aturan ganjil genap akan diberlakukan pula di kawasan Malioboro pada akhir pekan mendatang. Kemarin, dia menyebut bahwa aturan itu telah berjalan dan akan dievaluasi pelaksanaannya.

Purwadi menyebut ada tiga pos yang didirikan untuk memantau pelaksanaan aturan itu di lapangan yakni di Teteg, Tugu, dan Gardu Aniem. Pelaksanaan aturan ganjil genap ini juga berbarengan dengan kegiatan Operasi Patuh Progo 2021.

“Sebenarnya sudah mulai kemarin dan tiap Sabtu Minggu, tapi kemarin masih percobaan dan kita akan evaluasi kembali. Kita siapkan ada tiga pos disitu yakni pos Tugu, Teteg, dan Gardu Aniem. Jadi yang masuk ke Malioboro nanti akan kita coba untuk ganjil genap sesuaikan dengan tanggalnya,” katanya.

Baca Juga: Dampak PPKM, Kualitas Udara Kota Jogja Kian Membaik

Dia menambahkan, sejak penurunan level PPKM, kawasan Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini menunjukkan geliat ekonomi perlahan-lahan sudah mulai bangkit. Namun ia mengingatkan agar penerapan prokes mesti selalu dilaksanakan oleh pengunjung.

“Karena seperti diketahui bahwa di Malioboro sudah mulai ramai apalagi akhir pekan. Sudah menggeliat kembali dan akan kita siapkan bersama-sama kita cari yang terbaik, orang tetap wisata tapi tetap dengan prokes,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, petugas nanti akan bersifat preemtif, preventif, humanis dan edukatif dalam aturan ganjil genap bagi wisatawan. Tidak hanya pengendara roda empat, kendaraan roda dua dan bis pariwisata juga harus mengikuti aturan ini.

“Berlaku untuk semua, tidak hanya roda empat ya, tapi nanti itu tentatif di lapangan seperti apa,” kata Purwadi.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago