Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pengamat Ekonomi UMS Sebut Laundry Koin Tak akan Jadi Saingan Laundry Rumahan

engamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan melihat bisnis penatu laundry koin dan laundry rumahan akan berjalan beriringan.
SHARE
Pengamat Ekonomi UMS Sebut Laundry Koin Tak akan Jadi Saingan Laundry Rumahan
SOLOPOS.COM - Suasana di outlet laundry koin di Jl Kapten Mulyadi Solo, Selasa (4/10/2022) siang. Bisnis laundry koin disebut tak akan menggeser laundry rumahan. (Solopos/Afifa Enggar Wulandari)

Solopos.com, SOLO — Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan melihat bisnis penatu laundry koin dan laundry rumahan akan berjalan beriringan. Tak ada peralihan segmen besar-besaran akibat modifikasi model bisnis laundry.

Laundry kiloan rumahan sendiri jauh lebih dulu ada dibanding laundry koin. Layanan yang ditawarkan pun berbeda. Bila laundry kiloan rumahan menawarkan layanan cuci kering hingga setrika oleh pelaku usaha. Sementara laundry koin cenderung menawarkan layanan cuci kering dengan sistem pelanggan melayani sendiri atau self service.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Layanan setrika menjadi tawaran tersendiri, belum termasuk dalam layanan yang diberikan kepada pelanggan laundry koin. Kebanyakan laundry koin hanya memberikan layanan self service cuci kering saja.

“Saya kira ini hal positif karena tawaran jasa baru. Tapi saya kira untuk laundry koin biasanya tidak disetrika, artinya konsumen nanti setelah nyuci kering, tapi belum disetrika,” kata Anton saat dihubungi Solopos, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga: Mengulas Bisnis Waralaba Penatu di Solo, Layanan Kilat hingga Self Service

Menurutnya, karakter pelanggan laundry koin dan laundry rumahan berbeda. Pelanggan laundry koin bisa jadi akan menyetrika baju mereka sendiri usai keluar dari mesin pengering. Namun di sisi lain, pelanggan laundry rumahan cenderung lebih suka baju mereka langsung disetrika. Sehingga mereka tak perlu repot untuk menyetrikanya.

“Memang bisa jadi dia [pelanggan laundry koin] akan setrika sendiri. Tapi konsumen [laundry rumahan] dengan karakteristik lebih suka yang disetrika sekalian sehingga tidak perlu repot-repot,” sambungnya.

Dari sisi biaya memang laundry koin jauh lebih murah. Ada selisih harga cuci Rp500 – Rp1.500 per kg antara laundry kering dibanding laundry rumahan. Melihat segmen yang berbeda, Anton menilai kedua bisnis penatu itu akan tetap berjalan. Kompetisi di antara keduanya juga cenderung kecil.

Baca Juga: Tempat Usaha Ruben Onsu Dibobol Maling, Aksi Pelaku Terekam Kamera CCTV

“Memang dari sisi biaya lebih ringan pakai laundry koin tapi saya kira keduanya akan berjalan beriringan. Saya kira laundry rumahan akan tetap bertahan karena mereka punya segmen yang berbeda,” katanya.

Dalam era bisnis saat ini para pelaku usaha harus bisa melakukan personalisasi produk atau customization. Hal itu menjadi upaya dalam menyesuaikan produk dengan keinginan dan nilai yang dicari oleh konsumen. Kedua jenis bisnis penatu tadi menjadi salah satu upaya pelaku bisnis dalam customization.

“Di era bisnis sekarang ini yang disebut customization kan begitu. Jadi penyedia jasa harus melayani berbagai tipe konsumen dengan value atau persepsi beli yang berbeda,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode