Penerima Sudah Meninggal, Bansos Ditilap Pegawai Kecamatan Ngaringan

Terungkapnya aksi pegawai Kecamatan Ngaringan tersebut karena kecurigaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
SHARE
Penerima Sudah Meninggal, Bansos Ditilap Pegawai Kecamatan Ngaringan
SOLOPOS.COM - Istri almarhum Moh Mursyid Djunaidi (kanan) melaporkan kasus bansos PKH dan BPNT milik suaminya yang dicairkan oleh pegawai kecamatan ke Polsek Ngaringan. (Istimewa)

Solopos.com, PURWODADI – Seorang pegawai Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengambil bantuan sosial (bansos) warga yang sudah meninggal untuk kepentingan pribadi.

Informasi yang dihimpun Solopos, Selasa (17/5/2022), terungkapnya aksi pegawai Kecamatan Ngaringan tersebut karena kecurigaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Pendamping tersebut curiga karena penerima sudah dilaporkan meninggal, namun bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetap cair.

Karena curiga, akhirnya pendamping PKH tersebut mendatangi petugas dari BRI yang mencairkan bansos PKH dan BPNT. Bahkan video pendamping PKH mengintrogasi petugas tersebut viral.

Untuk diketahui penerima bansos PKH bernama Moh Mursyid Djunaidi dilaporkan meninggal pada Agustus 2021.

Baca juga: Lima Polres di Jateng Diusulkan Naik Tipe C, Salah Satunya di Soloraya

Namun, pada Maret 2022, petugas pendamping PKH menjumpai bansos atas nama almarhum warga Desa Ngaringan, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan masih dicairkan.

Ekspedisi Energi 2022

Kemudian karena curiga, petugas pendamping PKH melakukan konfirmasi ke keluarga almarhum Mursyid Djunaidi dalam hal ini Nuryati istri almarhum.

Dari penjelasan Nuryati, keluarga mengaku tidak pernah merasa mencairkan bansos PKH sejak Mursyid Djunaidi meninggal Agustus tahun lalu.

Berdasarkan keterangan istri almarhum, petugas pendamping PKH mendatangi petugas bank di Kantor Kecamatan Ngaringan. Setelah terjadi perdebatan akhirnya petugas mengakui yang mencairkan pegawai kecamatan.

Baca juga: Seorang Petani di Grobogan Meninggal Tenggelam di Embung

Apabila dihitung sejak penerima PKH dan BPNT tersebut meninggal pada Agustus 2021 maka pegawai kecamatan tersebut sudah mencairkan bansos senilai Rp3,4 juta.

Rinciannya bansos PKH Rp1,2 juta dan BPNT Rp2,2 juta. Kejadian ini kemudian dilaporkan istri Mursyid ke Polsek Ngaringan.

Kapolsek Ngaringan, AKP Siswanto ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya memang sudah menerima laporan mengenai kasus tersebut.

“Iya betul, kasus tersebut saat ini ditangani Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Grobogan,” jelasnya.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago