[ X ] CLOSE

PENEMUAN BAYI KARANGANYAR : Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tasikmadu

PENEMUAN BAYI KARANGANYAR : Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tasikmadu
SOLOPOS.COM - Kasat Sabara Polres Karanganyar, AKP Suparmi (tengah), menggendong bayi perempuan yang ditemukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Rabu (14/1/2015). Bayi tersebut ditemukan Totok, warga Nglano, Tasikmadu, di depan pintu rumahnya, Selasa (13/1/2015) malam. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Penemuan bayi di Karanganyar, tepatnya di Tasikmadu, masih diselidiki polisi. Sejauh ini sudah tiga kali kasus penemuan bayi sejak 2013.

Solopos.com, KARANGANYAR — Polres Karanganyar masih menyelidiki pelaku pembuangan bayi di Tasikmadu, Karanganyar, Selasa (13/1/2014) lalu. Polsek Tasikmadu mengaku telah meminta keterangan dari beberapa saksi.

Kapolsek Tasikmadu, AKP Ibariyadi, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan bayi berjenis kelamin perempuan di depan rumahnya itu. “Saat ini kami masih selidiki. Kami juga bekerja sama dengan Polres Karanganyar,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (15/1/2014).

Ibariyadi mengatakan pelaku pembuang bayi tersebut diduga menaiki mobil. Namun belum didapatkan keterangan jenis mobil yang digunakan, termasuk pelat nomor mobil tersebut, karena saksi juga tidak melihat pelaku.

“Warga yang menemukan bayi itu ada di dalam rumah. Dia haya mendengarkan suara pintu mobil yang ditutup dari dalam rumahnya. Tak lama kemudian dia mendengar tangisan bayi, setelah dilihat ternyata ada bayi di depan rumahnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sulistyowati, mengatakan hingga hari ini sudah ada lima orang yang mendaftar untuk mengadopsi bayi yang ditemukan itu.

“Mereka adalah Dandim Karanganyar, karyawan RSUD Karanganyar, warga Mojogedang, warga Jumantono, dan warga Sragen,” kata dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis. Namun Dinsosnakertrans sendiri belum dapat mengambil keputusan tentang pengadopsi bayi tersebut. Sebab Dinsosnakertrans belum menerima surat penyerahan dari kepolisian.

“Ada prosedurnya. Selain mengisi berkas, pengadopsi juga harus menyerahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian [SKCK]. Selanjutnya, kami akan melakukan survei ke calon pengadopsi. Hasil survei itu juga akan menentukan hasil sidang di pengadilan [negeri],” kata dia.

Sulistyowati mengatakan sejak 2013 lalu sudah ada tiga kasus penemuan bayi yang masuk daftar Dinsosnakertrans Karanganyar. “Pada 2013 lalu ada satu kasus di Tawangmangu, pada 2014 ada satu kasus di Matesih, dan terakhir yang ditemukan di Tasikmadu tersebut,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago