Penemu Vaksin Sebut Virus Corona akan Berakhir Seperti Flu Biasa

Ilmuwan terkemuka yang juga penemu vaksin Oxford AstraZeneca, Dame Sarah Gilbert, mengatakan Covid 19 tidak mungkin menjadi lebih ganas.
Penemu Vaksin Sebut Virus Corona akan Berakhir Seperti Flu Biasa
SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona. (Dok Solopos)

Solopos.com, SOLO — Ilmuwan terkemuka yang juga penemu vaksin Oxford AstraZeneca, Dame Sarah Gilbert, mengatakan Covid 19 tidak mungkin menjadi lebih ganas atau mematikan yang dapat menghindari vaksin.

Hal ini terjadi karena tidak banyak tempat lagi bagi virus hingga pada akhirnya Sars-Cov-2 atau Virus Corona hanya akan menyebabkan flu biasa.

“Kami biasanya melihat bahwa virus menjadi kurang ganas karena mereka lebih mudah beredar dan tidak ada versi Sars-CoV-2 yang akan lebih ganas,” katanya seperti dilansir dari laman independent.co.uk, belum lama ini.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Filipina Masih Mengkhawatirkan

Menurutnya, tidak banyak tempat yang dituju virus untuk menghindari kekebalan tubuh. Namun, virus mungkin akan tetap menjadi virus yang mudah menular.

Gilbert mengatakan, virus menjadi kurang ganas dengan populasi. Ia juga mengungkapkan bahwa tidak akan ada versi Sars-CoV-2 yang lebih ganas.

“Kita sudah hidup dengan empat virus corona manusia yang berbeda, yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, dan akhirnya Sars-CoV-2 akan menjadi salah satunya,” ungkap Gilbert.

Ia mengatakan, pada akhirnya Sars-CoV-2 akan menjadi flu biasa. Hanya butuh waktu saja untuk mencapai ke waktu tersebut. “Ini hanya pertanyaan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana, dan langkah-langkah apa yang harus kita ambil untuk menghadapinya,” jelas Gilbert.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini : 28 September 1928, Obat Ajaib Penisilin Ditemukan

Sarah Gilbert merupakan ketua tim peneliti di Institut Jenner Universitas Oxford yang menciptakan vaksin Covid 19 Oxford-AstraZeneca. Seperti diketahui, vaksin ini yang paling banyak didistribusikan di dunia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif dari Covid-19 UK Genomics Consortium, Profesor Sharon Peacock, juga mengatakan saat ini varian  Delta berada di urutan teratas dan varian lain tidak terlalu mengkhawatirkan saat ini.

“Sudah sedikit kasus sejak Delta muncul dan akan menyenangkan untuk berpikir tidak akan ada varian baru yang menjadi perhatian. Jika saya didorong untuk memprediksi, saya pikir akan ada varian baru yang muncul dari waktu ke waktu dan saya pikir masih ada cukup banyak jalan untuk menangani virus ini,” ujar Sharon.

Pekan ini, uji coba dimulai di Manchester pada suntikan penguat  booster vaksin Covid yang dirancang untuk meningkatkan  kekebalan terhadap varian yang lebih luas.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago