top ear
Ilustrasi Virus Corona (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Virus Corona (Freepik)

Peneliti Sebut Golongan Darah O Lebih Kebal Virus Corona

Gao Yingdai, peneliti dari laboratorium haematologi pemerintah China di Tianjin yang tidak terlibat dalam studi ini, memiliki beberapa kritik atas penelitian terkait golongan darah itu.
Diterbitkan Rabu, 18/03/2020 - 05:10 WIB
oleh Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO - Studi perguruan tinggi di Wuhan menyimpulkan pasien dengan golongan darah A lebih rentan terinfeksi virus corona. Sementara mereka dengan golongan darah O lebih kebal Covid-19.

Meski penelitian itu masih di tahap awal dan diperlukan riset yang lebih mendalam lagi.

Para ilmuwan mengatakan bahwa pemerintah serta rumah sakit sebaiknya mulai memperhatikan golongan darah pasien saat merawat pengidap Covid-19 dari virus corona.

Imbas Corona, Ningsih Tinampi Pilih Tutup Praktik!

"Orang dengan golongan darah A mungkin butuh perlindungan lebih agar tidak terinfeksi. Sementara pasien bergolongan darah A yang sudah terinfeksi virus Sars-Cov-2 diperkirakan butuh perawatan yang lebih agresif," tulis Wang Xinghuan yang memimpin studi tersebut, dilansir South China Morning, Senin (16/3/2020).

Sebaliknya orang dengan golongan darah O memiliki risiko jauh lebih kecil untuk terinfeksi Covid-19 ketimbang mereka yang bukan bergolongan darah O.

Perjalanan Virus Corona dari Wuhan Menyebar ke Dunia

Dari 206 pasien yang tewas akibat Covid-19 di Wuhan, 85 di antaranya bergolongan dari A (63 persen) dan 52 lainnya bergolongan darah O. Pola itu tidak berubah di berbagai kelompok usia dan jenis kelamin.

Prediksi Kasus Positif Corona Indonesia Jika Diabaikan: 31 Maret Tembus 35.000

Studi yang diterbitkan pada 11 Maret di Medrxiv, server online untuk jurnal yang belum diterbitkan, melibatkan ilmuwan dan dokter di beberapa kota besar China seperti Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen.

Harus Dievaluasi

Studi itu sendiri masih harus dievaluasi dan para penelitinya sendiri memperingatkan bahwa hasil analisis mereka masih berisiko jika harus diimplementasikan dalam praktik di dunia medis.

Wabah Corona, Piala Eropa 2020 Diundur?

Gao Yingdai memiliki beberapa kritik atas penelitian terkait golongan darah itu.

Gao peneliti dari laboratorium haematologi pemerintah China di Tianjin yang tidak terlibat dalam studi ini.

Lihat Peta Sebaran Virus Corona Jawa Tengah di Sini!

Ia mengatakan jumlah sample studi terlalu sedikit jika dibandingkan dengan total pasien yang sudah terinfeksi virus corona baru di dunia, yang mencapai sekitar 180.000.

Selain itu belum dijelaskan pula hubungan antara golongan darah dan tingkat infeksi.

Misteri Rumah Sri Si Peri Penunggu Waduk Lalung Karanganyar

Gao mengatakan para peneliti, misalnya, tidak menjelaskan apakah ada interaksi molekular antara virus dan jenis sel-sel darah merah.

Karenanya Gao mengatakan studi baru itu "mungkin bisa membantu para petugas medis, tetapi orang awam tidak perlu risau akan angka-angka statistik tersebut."

Terkuak! Begini Cara Virus Corona Berkembang Biak

"Jika kamu bergolongan darah A, tidak perlu panik. Ini tak berarti kamu akan 100 persen terinfeksi. Sebaliknya jika kamu bergolongan darah O, tak berarti kamu bebas sama sekali. Anda masih harus rutin mencuci tangan dan mengikuti panduan dari pemerintah," kata Gao.

Kabar Terbaru Seputar Virus Corona


Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini