top ear
Pendukung Jokowi & Prabowo Cenderung Seleksi Teman saat Berinteraksi di Medsos
  • SOLOPOS.COM
    Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjalan bersama seusai Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018)./Antara-Muhammad Adimaja

Pendukung Jokowi & Prabowo Cenderung Seleksi Teman saat Berinteraksi di Medsos

Cyrus Network menilai pertarungan di udara dalam hal ini medsos sudah jenuh. Hanya sekitar 40% pemilih yang dapat terkoneksi dengan informasi dari medsos.
Diterbitkan Jumat, 1/03/2019 - 10:40 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 mnt baca -

Solopos.com, JAKARTA — Lembaga survei Cyrus Network menilai pendukung kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, cenderung berinteraksi dengan sesama pendukung di media sosial (medsos).

CEO Cyrus Network Hasan Nasbi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/2/2019), menyebut 77% pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin menyatakan teman-temannya di medsos maupun aplikasi pesan adalah sesama pendukung Jokowi-Amin.

Begitu juga dengan pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Sekitar 74% pendukung Prabowo-Sandi juga merasa lebih banyak bersama-sama dengan individu atau kelompok yang memiliki aspirasi sama di medsos maupun aplikasi pesan.

Cyrus Network pun menilai pertarungan di udara dalam hal ini medsos sudah jenuh. Hasan menyebut berdasarkan survei lembaganya, hanya sekitar 40% pemilih yang dapat terkoneksi dengan informasi dari medsos maupun aplikasi pesan berantai, seperti Whatsapp dan Line.

Sisanya, 60% pemilih, belum bersentuhan dengan sumber-sumber informasi seperti ini. ”Kampanye politik di media sosial memang terlihat ramai dan panas. Begitu juga di pesan berantai. Akan tetapi, populasi orang yang terlibat tidak berkembang dan jenuh," jelas dia.

Hasan menyampaikan setelah kira-kira hampir lima tahun tensi politik yang sangat tinggi, tidak sampai 50% pengguna media sosial ataupun aplikasi pesan yang terlibat secara aktif menyebarkan pesan-pesan politik.

”Ini bukti bahwa keriuhan politik di media sosial dan pesan berantai sudah tidak berkembang lagi. Tidak menambah audiens atau menambah suara. Sekadar mempertahankan isu saja," kata Hasan.

Menurut dia, ceruk pemilih yang yang tidak terkoneksi dengan riuh rendah kampanye politik di medsos malah belum tergarap maksimal oleh dua tim capres-cawapres. ”Pekerjaan rumah terbesar dan terpenting bagi kedua timses ke depannya justru memaksimalkan ceruk perang darat ini," kata Hasan.


Editor : Danang Nur Ihsan ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya