top ear
Pendukung Jokowi Bawa Atribut Kampanye, SBY Tinggalkan Deklarasi Damai
  • SOLOPOS.COM
    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, berdialog dengan petani di Klaten, Sabtu (7/4/2018). (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Pendukung Jokowi Bawa Atribut Kampanye, SBY Tinggalkan Deklarasi Damai

Selain merasa terganggu dikarenakan relawan pendukung salah satu paslin membawa alat peraga kampanye. Padahal pihak KPU sudah melarang. Oleh karenanya, Ferdinand pun menilai acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU ini berjalan gagal.
Diterbitkan Minggu, 23/09/2018 - 13:10 WIB
oleh Solopos.com/
3 mnt baca -

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA -</strong> Ketum Umum Partai Demokrat<a href="https://news.solopos.com/read/20180725/496/930007/pdip-bantah-ucapan-sby-soal-rintangan-gabung-koalisi-jokowi"> Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)</a> meninggalkan acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). SBY merasa tergangu lantaran simpatisan <a href="https://news.solopos.com/read/20180922/496/941369/polemik-sikap-hormat-jokowi-ini-dasar-hukumnya">Capres Jokowi Widodo (Jokowi)</a> membawa alat peraga kampanye.</p><p>Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahean yanga menjelaskan, SBY merasa tidak nyaman dikarenakan terganggu oleh hadirnya relawan yang berteriak-terika di samping kendaraan SBY.&nbsp;<em>"Pak @SBYudhoyono dan pak @ZUL_Hasan akhirnya meninggalkan deklarasi lbh awal krn merasa tdk nyaman dan terganggu,&rdquo;</em> cuit akun Ferdinand @LawanPolitikJKW, Minggu (23/9/2018).</p><p>Selain merasa terganggu dikarenakan relawan pendukung salah satu paslin membawa alat peraga kampanye. Padahal pihak KPU sudah melarang.&nbsp;Oleh karenanya, Ferdinand pun menilai acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU ini berjalan gagal.&nbsp;&ldquo;Atas peristiwa ini, SBY menyatakan protes. Kami nyatakan deklarasi damai gagal,&rdquo; sambung dia.</p><p>"Partai Demokrat juga Pak SBY protes keras terhadap KPU dalam rangka deklarasi ini," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, dilansir <em>Okezone,&nbsp;</em>Minggu (23/9/2018).</p><p>Ia mengatakan bahwa Presiden keenam Indonesia itu langsung ditelefon oleh Ketua KPU Arief Budiman. Dalam percakapan itu, SBY diminta untuk menyepakati aturan main dengan tidak membawa atribut untuk berkampanye.</p><p>SBY tak hadir setelah acara karnaval kampanye damai dengan menaiki mobil golf yang diarak-arakan mulai dari Monas menuju Patung Kuda, Jakarta.&nbsp;"Beliau turun dan walk out meninggalkan barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati awalnya. Misalnya kan kita sepakat pakaian adat saja damai dan tidak membawa partai apalagi membawa atribut yang begitu banyak sehingga terkesan tidak kampanye," ujarnya.</p><p>Hinca melanjutkan bahwa SBY berpesan kepada ketua parade karnaval dari Demokrat untuk mengikuti acara kampanye damai sampai dengan selesai.&nbsp;"Beliau <em>walk out,</em> [jadi] saya pimpin sampai selesai," imbuhnya.</p><p>Hinca mengaku acara penandatanganan prasasti dan pelepasan burung secara simbolik itu telah berakhir saat tim parade karnaval dari Demokrat baru tiba di Monas. Alhasil, lanjutnya, tak ada perwakilan dari partai berlambang mercy di acara itu.</p><p>"Kami tak bisa naik, tak bisa tanda tangan. Nah sehingga apa yang terjadi saya telah menulis protes keras kepada Ketua KPU saudara Arief Budiman," tandasnya.</p>


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya