Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

PENDIDIKAN SEMARANG : Aksi Dukung Korban DO SMAN 1 Semarang Jadi Polemik di Medsos

SHARE
PENDIDIKAN SEMARANG : Aksi Dukung Korban DO SMAN 1 Semarang Jadi Polemik di Medsos
SOLOPOS.COM - Poster ajakan untuk mendukung AN dan AF, pelajar yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo)

Pendidikan di Kota Semarang sedang menjadi sorotan dengan dikeluarkannya dua pelajar dari SMAN 1 Semarang.

Semarangpos.com, SEMARANG – Belakangan hari ini, masalah pendidikan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sedang ramai disoroti setelah dua pelajar Anindya Puspita Helga Nur Fadhila (AN) dan Muhammad Afif Ashor (AF) di-drop out paksa dari SMAN 1 Semarang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

AN dan AF yang dikeluarkan dari salah satu sekolah favorit di ibu kota Jateng itu malah memicu aksi dukungan para siswa yang justru mendesak Kepala SMAN 1 Semarang Endang Suyatmi yang mengeluarkan dua pelajar tersebut untuk mundur. Namun di media sosial, masalah pendidikan yang menyeret nama SMAN 1 Semarang itu justru menjadi polemik.

Bukan hanya dukungan terhadap AN dan AF, netizen di media sosial Facebook juga tak sedikit yang mendukung keputusan sang kepala sekolah yang mengeluarkan dua pelajar tersebut. Di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), salah satu grup besar Facebook di Kota Semarang, warganet diajak untuk mengisi petisi dukungan terhadap AN dan AF. Ajakan itu disampaikan salah satu pengurus grup, Rahmulyo Adi Wibowo.

[Baca juga Dukung Korban DO Paksa, Siswa Desak Mundur Kepala SMAN 1 Semarang]

Rahmulyo menyayangkan keputusan Endang Suyatmi mengeluarkan dua pelajarnya yang tak lama lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN). “April 2018, dua anak ini akan mengikuti UN, dan pihak sekolah tetap pada pendiriannya mengeluarkan dua anak ini tanpa pengampunan,” tulis Rahmulyo yang mengaku telah bertemu dengan orang tua AN dan AF.

Namun ajakan untuk mengisi petisi dukungan terhadap AN dan AF itu disambut pro dan kontra oleh netizen. Mereka yang setuju dengan ajakan itu lantas ramai melontarkan pernyataan yang menyesalkan keputusan pihak SMAN 1 Semarang. “Mohon bantuanya pak, agar anak-anak tetap mendapatkan haknya dalam meniti pendidikan untuk masa depan bangsa,” tulis pengguna akun Facebook Yudhie Guy Renk.

“Sekolah yang terpandang bagus, yang berkelas, sangat disayangkan hanya karena kepsek diintervensi sama orang tua yang berduit, mungkin anaknya itu juga kurang ajar, mengadunya gimana, harus duduk bareng junior, kepsek, saksi, dan pengurus OSIS-nya. Semangat Anin dan Afif,” ungkap pengguna akun Facebook Ekha Rathi.

Namun mereka yang kontra dengan ajakan itu menilai keputusan pihak sekolah mengeluarkan dua pelajarnya sudah tepat. “Kalau saya lebih baik dikeluarkan, jajal nak nduwe anak dibully terus meninggal piye perasaanmu,” tulis pengguna akun Facebook Wahyu Zam Zam .

“Pelajar saiki wes ngeri, memang seharusnya ada shokterapi, intine wes ngungkuli wong dewasa kelakuane, banyak peelajar sekarang terjerat dengan hukum dan masalahe mengerikan,” timpal pengguna akun Facebook Nurikan Mohamad.

Terlepas dari polemik di antara netizen, Kepala SMAN 1 Semarang Endang Suyatmi telah mendapatkan somasi atau surat teguran dari tim Advokasi Peduli Anak selaku kuasa hukum AN dan AF. Dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, koordinator tim kuasa hukum AN dan AF, Listyani, menilai keputusan Endang terkesan arogan dan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak maupun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

[Baca juga DO Dua Siswa, Kepsek SMAN 1 Diultimatum]

Kepala salah satu institusi pendidikan favorit di Semarang tersebut mengeluarkan Anin dan Afif setelah menuduh keduanya melakukan tindak kekerasan kepada siswa junior yang mengikuti latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS. Keputusan itu dikeluarkan Endang setelah melihat rekaman video kegiatan LDK yang diperoleh dari razia ponsel para siswa. Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS adalah organisasi resmi di sekolah itu dan tentunya dibimbing oleh pembina yang mewakili tanggung jawab kepala sekolah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode