Penderita Diabetes Harus Rajin Periksa Mata

Penderita Diabetes Harus Rajin Periksa Mata
SOLOPOS.COM - Pemeriksaan mata di UGM, Selasa (12/11/2013). (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak).

Harianjogja.com, JOGJA-Penyakit diabetes tidak hanya berisiko menimbulkan penyakit kardivaskuler seperti penyakit jantung dan stroke. Penderita diabetes juga berisiko terkena retinopati diabetik atau kerusakan mikrovaskular pada retina.

“Penurunan kemampuan penglihatan merupakan awal kerusakan retina. Selain itu, diabetes mellitus atau sering disebut penyakit gula ini juga menyebabkan periodontitis,” kata dokter gigi spesialis konsultan bedah perio dan estetik gigi, Ahmad Syaify di sela-sela kegiatan pemeriksaan mata dan gigi gratis yang dilakukan tim pengabdian kepada masyarakat, di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (12/11/2013).

Menurut dia, periodintitis juga sering disebabkan karena komplikasi penyakit gula. Gejalanya, gigi mudah lepas atau goyang meski gigi tersebut tidak berlubang dan keropos. Gigi yang mudah lepas dan goyang itu merupakan petanda penderitanya terkena penyakit gula. Penyakit gula mengganggu saluran pembuluh darah kecil di sekitar gusi. Hal itulah yang menyebabkan gigi mengalami radang. Padahal, katanya, jika terjadi radang maka tingkat kadar gula darah pada penderita diabetes akan meningkat.

“Penyakit diabetes tidak boleh terkena radang. Sayangnya, periodintitis terkadang menimbulkan radang pada gigi, maka status kadar gula darah sulit dikendalikan,” kata Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM ini.

Risiko penyakit diabetes pada mata, juga diakui oleh Dokter Bagian Spesialis Mata FK UGM, dokter Firman Setya Wardhana. Menurut dia, risiko komplikasi diabetes pada gangguan mata kurang diperhatikan oleh penderita diabetes. Akibatnya, pasien yang datang ke rumah sakit ternyata mengalami retinopati diabetik stadium lanjut. “Kalau sudah begitu, tingkat kesembuhannya juga sangat sulit,” katanya.

Oleh karena itu, dia menganjurkan bagi mereka yang sudah terdeteksi kena penyakit diabetes dianjurkan untuk segera memeriksakan matanya pada dokter spesialis mata untuk ditanggulangi lebih awal. Dengan screening lebih awal, selain mencegah terjadinya retino diabetik juga akan mengedukasi pasien agar bisa mendeteksi penyakitnya sejak dini.

Deteksi dini retino diabetik ini dilakukan lewat empat tahapan pemeriksaan, yakni pemeriksanaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan tekanan bola mata yang bertujuan menghindari risiko pada peyakit glukoma. Selanjutnya, pemeriksaan foto retina dan pemeriksaan gizi lewat mengkur indek masa tubuh.

Dijelaskan Firman, penderita retinopati diabetik ringan bisa disembuhkan dengan cara mengontrol kadar gula darah. Adapun bagi penderita retinopati diabetik stadium berat, disarankan untuk melakukan pengobatan menggunakan laser retina. “Untuk stadium paling berat biasanya terjadi pendarahan atau muncul jaringan ikat di retina. Satu-satunya cara lewat operasi untuk disedot darahnya,” katanya.

Seperti diketahui penyakit diabetes mellitus disebabkan karena faktor genetik dan lingkungan. Perubahan gaya hidup dan pola makan kurang sehat dan jarang berolah raga menyebakan risiko terkena diabetes mellitus . “Kurangi makanan yang berkarbohidrat dan minuman yang mengandung gula,” katanya.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago