Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM

KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien positif HIV/AIDS.
Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM
SOLOPOS.COM - Ilustrasi HIV AIDS (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen mencatat ada sebanyak 1.502 temuan kasus HIV/AIDS di Sragen selama 2000 sampai Agustus 2021. Upaya menjangkau dan mendampingi kelompok rentan kembali aktif setelah terhalang sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sekretaris KPA Kabupaten Sragen Haryoto, Senin (27/9/2021), menjelaskan jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang meninggal sebanyak 155 orang. Jumlah yang positif HIV sebanyak 864 orang dan AIDS 638 orang.

Dia menjelaskan HIV merupakan virus yang dapat merusak kekebalan tubuh seseorang sehingga rentan terhadap penyakit. Sedangkan AIDS merupakan akumulasi dari gejala yang timbul akibat HIV tersebut.

Baca juga: 145 Siswa 2 SMP di Sragen Mendadak Dites Antigen, Hasilnya…

Haryoto mengatakan KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien. Fasyankes yang berperan yakni RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, RSUD dr. Soeratno Gemolong, Puskesmas Sambirejo, Puskesmas Karangmalang, Puskesmas Sumberlawang, Puskesmas Sambungmacan, Puskesmas Masaran II, dan Puskesmas Gondang.

Didampingi untuk Tes HIV

Selain itu, kata dia, KPA dibantu Muslimat NU dalam menjangkau dan mendampingi tempat berisiko tinggi dan hotspot (tempat prostitusi tidak resmi), antara lain di Kawasan Gunung Kemukus, Bayanan, Gondang, dan Nglangon.

“Orang yang berisiko tinggi yang terjangkau kami catat dan kami dampingi ke tempat layanan untuk tes HIV setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.

Baca juga: Sebelum Membakar, Pria Sragen Hantam Kaca Mobil Tetangga Pakai Cangkul

Menurut dia, orang yang terkonfirmasi positif HIV akan didampingi Yayasan Sehat Panguripan Sukowati. Yayasan merawat ODHA yang didiskriminasi keluarga, mendampingi pasien supaya minum obat rutin, dan memberdayakan ODHA.

“Masa pandemi ini kegiatan yang agak terganggu merupakan penjangkauan yang tes keliling. Juni 2021 mulai lagi tapi sempat terhenti PPKM Darurat. Sekarang mulai lagi dengan prokes dan jumlahnya dibatasi, tidak banyak,” paparnya.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kemenkes, data kasus HIV dan fluktuatif di Indonesia dari tahun ke tahun tetapi cenderung terus meningkat dalam rentang 2009 sampai 2019. Jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2019, yaitu sebanyak 50.282 kasus.

Sedangkan kasus AIDS tertinggi kurun 2009 sampai 2019 pada 2013 yaitu 12.214 kasus. Berdasarkan data WHO 2019 terdapat 78% infeksi HIV baru di regional Asia Pasifik.

Baca juga: Waduh, Mayoritas Pasar di Sragen Ternyata Rawan Kebakaran

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago