[x] close
top ear
Mahasiswa Akademi Teknologi Bank Darah (Akbara) Solo membersihkan lantai serambi masjid dengan cairan disinfektan di Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (12/3/2020).  (Solopos/Nicolous Irawan)
  • SOLOPOS.COM
    Mahasiswa Akademi Teknologi Bank Darah (Akbara) Solo membersihkan lantai serambi masjid dengan cairan disinfektan di Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (12/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Pencegahan Virus Corona, Masjid Agung Solo Dibersihkan Pakai 10 Liter Disinfektan

Mahasiswa Akademi Bank Darah (Akbara) Solo membersihkan Masjid Agung Keraton Solo menggunakan cairan disinfektan untuk pencegahan penyebaran virus corona.
Diterbitkan Kamis, 12/03/2020 - 21:24 WIB
oleh Solopos.com/Wahyu Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Mahasiswa Akademi Bank Darah (Akbara) Solo membersihkan Masjid Agung Keraton, Pasar Kliwon, Solo, menggunakan cairan disinfektan untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Pantauan Solopos.com, pukul 08.00 WIB Kamis (12/3/2020), sebanyak 25 mahasiswa membersihkan serambi masjid dan ruang dalam masjid. Sejumlah bagian masjid yang kerap dipegang tangan seperti pegangan tangga dan beduk juga dibersihkan.

Direktur Akbara, Titis Wahyuono, menjelaskan aksi kemarin pagi merupakan tindak lanjut dari imbauan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Yusuf Kalla, yang juga sebagai Ketua Umum PMI untuk membersihkan tempat umum khususnya masjid sebagai upaya pencegahan dan mengurangi risiko penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tarif Tiket KA Bandara Solo Selama Maret, Masih Promo Loh Gaes!

Akbara menyediakan tidak kurang dari 10 liter cairan disinfektan untuk membersihkan seluruh bagian Masjid Agung Keraton Solo.

“Kami mengajak mahasiswa tidak sekadar membersihkan masjid tetapi mendorong anak muda memiliki kepedulian guna menyikapi perkembangan corona. Risiko yang banyak pada area yang kerap dipegang. Kami menyediakan 10 liter cairan disinfektan,” ujarnya.

Petugas Kebersihan Bekerja Sepanjang Hari

Sementara itu, Sekretaris Takmir Masjid Agung Keraton Solo, Basid Rahmat, mengapresiasi masyarakat yang melakukan aksi resik-resik masjid. Masjid Agung memiliki enam karyawan yang bertugas menjaga kebersihan.

1 Suspect Corona di RSUD Moewardi Solo Meninggal Dunia

Para petugas kebersihan itu bekerja membersihkan masjid sepanjang hari mulai pagi, siang, sore, hingga malam hari.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang melakukan aksi atas imbauan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” katanya.

Basid menambahkan banyak warga yang beribadah di masjid yang dekat dengan Pasar Klewer serta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu, terutama saat Zuhur dan Asar. Mereka merupakan pedagang, wisatawan, dan musafir yang beraktivitas di kawasan perdagangan dan wisata itu.

Sengketa Proyek Pasar Ir Soekarno: Pemkab Sukoharjo Siapkan Rp8,8 Miliar Untuk Bayar PT Ampuh, Tapi...

Basid menjelaskan jemaah dari Kauman yang beribadah di Masjid Agung sebanyak 150 orang hingga 200 orang. Pada waktu Salat Zuhur dan Asar jemaah mencapai 1.000 orang dan jumlah pengunjung meningkat saat hari libur atau Ahad.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini