PENANGKAPAN TERORIS : Polri Jerat Pengrajin Senjata Api dengan UU Teroris

SHARE
PENANGKAPAN TERORIS : Polri Jerat Pengrajin Senjata Api dengan UU Teroris
SOLOPOS.COM - Ilustrasi senjata api (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, JAKARTA — Usaha kecil dan menengah memang didorong terus berkembang. Tetapi kala para pengrajinnya justru mendukung para pelaku aksi terorisme, Mabes Polri pun bertindak. Empat pengrajin senjata asal Cipacing, Bandung, Jawa Barat, kini terancam dijerat dengan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme.

Keempat pengrajin itu, Sabtu-Minggu (24-25/8/2013) lalu, ditangkapi polisi gara-gara diduga memproduksi senjata api yang kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku tindak pidana terorisme. Atas dasar itu, mereka dianggap terbukti terlibat dengan kelompok jaringan teroris.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Kalau ada keterkaitannya dengan jaringan kelompok  [teroris] tertentu sudah penerapan UU kami arahkan ke UU Pemberantasan Teroris,” kata Kabag Penerangan Umum Kombes Pol Agus Rianto, Selasa (27/8/2013).

Namun, lanjutnya, pihaknya akan menjerat dengan UU Darurat apabila tidak menemukan keterkaitan keempat pengrajin tersebut dengan jaringan teroris. “Selama berkaitan dengan senpi, bahan peledak yang tidak sesuai dengan kepentingan dan belum ada keterkaitan teroris akan dikenakan UU Darurat dan Senpi,” jelasnya.

Dia menambahkan tim penyelidik gabungan sudah dikerahkan dengan melibatkan tm dar Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Polda Metro Jaya, dan Polres Jawa Barat. Penyelidikan oleh Undang-undang Darurat akan dilakukan dengan jangka waktu  selama 1×24 jam, sedangkan UU Teroris berlaku selama 7×24 jam.

Sebelumnya, kepolisian menangkap salah satu pengrajin bernama Aris Widagdo di Hotel Citra, Cipacing, Sabtu (24/8/2013). Barang bukti yang ditemukan di antaranya tiga senjata api laras panjang dan dua silinder revolver. Polisi kemudian mengembangkan kasus pengrajin senpi ilegal ini dan kemudian menangkap tiga pengrajin lainnya, Minggu (25/8/2013).

Ekspedisi Energi 2022

Barang bukti yang ditemukan antara lain senpi FN, peluru kaliber 28 sebanyak 50 butir, peluru kaliber 22 sebanyak 25 butir, cetakan magasin, alat sablon, dan bor.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago