top ear
Ilustrasi Solo Tanggap Corona (Solopos/Whisnupaksa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Solo Tanggap Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Pemkot Solo Disarankan Bentuk Pusat Informasi Covid-19 untuk Redam Kepanikan, Setuju?

Pemkot Solo disarankan membentuk Pusat Informasi Covid-19 untuk meredam kepanikan masyarakat.
Diterbitkan Senin, 30/03/2020 - 13:54 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Pemkot Solo disarankan membentuk pusat informasi khusus penanganan Covid-19. Tujuannya tak lain untuk meredam kepanikan dan memberikan informasi terbaru penanganan pandemi corona di Solo.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Solo, B.R.M. Bambang Irawan. Menurutnya, keberadaan pusat informasi atau communication center khusus penanganan Covid-19 di Solo sangat penting.

Salah satunya untuk mempersempit celah persebaran hoaks. Selain itu, info yang dibagikan pusat informasi Covid-19 itu bisa menjadi pegangan bagi pelaku usaha di Kota Solo.

Penjual Sayur Di Solo Go Online, Layani Pesan-Antar Sampai Rumah

Bambang Irawan menilai sektor pariwisata dan ekonomi Kota Solo sangat terpukul dengan serangan Covid-19 selama tiga pekan terakhir. Situasi darurat ini diprediksi masih akan berlanjut hingga beberapa pekan.

“Hancur. Mereka mesti berhitung rasional. Sekarang situasinya seperti apa. Kalau merujuk pemerintah kan bisa sampai 29 Mei, yang paling panjang. Sekarang saja sudah tidak ada pergerakan orang dari wilayah ke wilayah,” tutur Bambang Irawan kepada Solopos.com, Minggu (29/3/2020).

Tangani Corona Jateng, Ganjar Siapkan Dana Rp1,4 Triliun

Bisnis Tersentak

Dia mengakui penetapan status kejadian luar biasa (KLB) untuk Solo sontak membuat dunia bisnis langsung tersentak.

Perputaran uang di wilayah Solo langsung mengalami penurunan tajam di hampir seluruh sektor ekonomi. Kondisi itu juga membuat kegiatan-kegiatan promosi pariwisata 2020 yang dirancang BPPD Solo ikut terhenti.

“Kalau kami kan urusan promosi pariwisatanya, akhirnya ikut mandek. Promosi apa wong sudah berstatus KLB,” imbuh dia.

Dosen ekonomi UNS itu menilai Pemkot Solo perlu mengajak bicara para pelaku bisnis lokal guna menyikapi situasi yang terjadi. Arahnya agar sektor ekonomi bisa bertahan di tengah situasi yang serba sulit sekarang ini.

Hanyut 36 Km, Jasad Anak Terjun ke Sungai di Klaten Ditemukan di Sragen

Itulah sebabnya dia menyarankan Pemkot Solo membuat pusat informasi yang bisa dipercaya di tengah darurat pandemi Covid-19.

“Sepekan sejak penetapan KLB sudah ada rasionalisasi dari pelaku pariwisata. Ada beberapa hotel yang menjual food and beverages secara online, sebagai paket makan siang. Hampir semua restoran jualannya begitu, lewat daring. Meskipun tidak semua melalui aplikasi penjualan online. Mereka memasarkan sendiri, itu bagus,” sambung dia.

Bambang menilai perlu adanya koordinasi lintas sektor untuk menjaga agar ekonomi di Solo tetap menggeliat.

Surat Ganjar Pranowo ke Tim Medis Corona: Ada Cahaya di Ujung Gelap

Salah satunya dengan menyasar para pelaku usaha rumah makan kecil yang sangat terdampak dengan KLB corona di Solo.

Mereka bisa digandeng dalam hal penyediaan kebutuhan makan dan minum para petugas di lapangan.

“Saat ini kan banyak sekali gerakan menggalang donasi. Itu bisa dikoordinasi untuk diarahkan ke rumah-rumah makan, yang menu makanannya di-delivery kepada tenaga kesehatan, petugas TNI/Polri yang bertugas di lapangan. Maksudnya agar semua sektor seperti rumah makan ini tetap jalan, utamanya pelaku UMKM nya,” urai dia.

 

Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait