[x] close
Pemkot Madiun Jadikan Penjara Angker Tempat Karantina, Menko PMK Bilang Belum Layak
Solopos.com|jatim

Pemkot Madiun Jadikan Penjara Angker Tempat Karantina, Menko PMK Bilang Belum Layak

Rumah Tahanan Militer yang akan dipakai Pemkot Madiun untuk tempat karantina pemudik dinilai Menko PMK, Muhadjir Effendy, belum layak. Sehingga ia menyarankan menggunakan tempat selain penjara angker tersebut.

Solopos.com, MADIUN -- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, berkunjung ke Kota Madiun untuk melihat Rumah Tahanan Militer (RTM) yang akan dijadikan tempat karantina bagi para pemudik.

Muhadjir mengelilingi RTM yang dibangunan pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1800 itu, Minggu (25/4/2021).

Menurut dia, RTM yang disebut-sebut sebagai penjara angker itu belum layak untuk dijadikan tempat karantina para pemudik. Untuk itu, dia meminta supaya pemkot lebih menyempurnakan persiapan RTM itu menjadi tempat karantina.

Baca Juga: Kunjungi Keluarga Kru KRI Nanggala-402 di Madiun, Menko PMK Muhadjir Jamin Pendidikan Anak Korban

Meski demikian, kata Muhadjir, Pemkot Madiun telah menyiapkan ruang karantina lain yang lebih memadai seperti di Asrama Haji dan Shelter UPTD Dinsos PP dan PA. Sedangkan RTM angker ini menjadi alternatif terakhir ketika ruang karantina di dua tempat tersebut penuh.

“Untuk yang RTM memang masih belum layak. Tapi ada yang lebih layak yaitu di Asrama Haji. RTM ini mungkin bisa menjadi alternatif terakhir. Ini untuk jaga-jaga kalau memang di Asrama Haji tidak bisa menampung lagi, ya ditaruh di sini,” kata dia.

Muhadjir mengaku setuju dengan rencana wali kota Madiun yang akan memasukkan pemudik bandel ke RTM.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Larang Ekspor Bibit Porang, Ini Alasannya

Apresiasi

Dia mengapresiasi langkah Pemkot Madiun yang menyiapkan penjara angker ini untuk karantina para pemudik. Sehingga harapannya para perantau untuk tidak mudik pada Lebaran nanti.

Saat ini Pemerintah Indonesia sedang fokus mencegah masuknya varian Covid-19 yang baru. Menurut informasi, varian baru Covid-19 ini lebih berbahaya dari sebelumnya.

“Terutama varian yang dari Eropa dan India. India sekarang ini kasus per harinya tembus 200.000. Saat ini di Indonesia bisa ditekan sampai angka sekitar 4.000 kasus hariannya. Tidak boleh terjadi seperti di India,” jelas dia.

Baca Juga: Beri Dispensasi Santri Untuk Mudik, Gubernur Jatim Dikritik Komisi IX DPR RI

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan saat ini persiapan untuk RTM menjadi tempat karantina masih terus dilakukan. Selain telah memasang lampu penerangan, pemkot juga akan menambah karpet dan titik air dan tempat ibadah.

“Artinya, apa yang kita kerjakan saat ini tidak berhenti begitu saja. Tetapi berlanjut agar terus termanfaatkan,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago