Pemkab Klaten di-PHP soal Pembangunan Skybridge dan Palang Pintu Perlintasan KA

SHARE
Pemkab Klaten di-PHP soal Pembangunan Skybridge dan Palang Pintu Perlintasan KA
SOLOPOS.COM - Calon penumpang menunggu bus di Terminal Ir. Soekarno Klaten, Sabtu (2/1/2016). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Pemkab Klaten batal mendapatkan anggaran untuk pembangunan skybridge dan palang pintu perlintasan KA.

Solopos.com, KLATEN — Pemkab Klaten batal mendapatkan anggaran pembangunan jembatan layang atau skybridge penghubung Terminal Ir. Soekarno dan Stasiun KA Klaten serta pembangunan satu palang pintu perlintasan kereta api (KA).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Hal itu lantaran dana untuk proyek itu dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dianulir setelah sempat disosialisasikan kepada Pemkab awal 2018 lalu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Slamet Widodo, mengatakan rencananya skybridge dibangun pada 2018 menggunakan dana dari APBN sekitar Rp10 miliar.

Rencana pembangunan itu disampaikan saat sosialisasi di Kota Solo pada Januari lalu. “Namun, kami dapat informasi rencana pembangunan skybridge dianulir sepekan setelah sosialisasi. Penyebabnya, belum ada DED [detail engineering design] untuk proyek pembangunan tersebut,” kata Slamet saat ditemui di Setda Klaten, Jumat (23/2/2018).

Slamet menjelaskan sebelumnya ada usulan dari Dishub terkait pembangunan skybridge tersebut. Usulan disampaikan lantaran kewenangan Terminal Ir. Soekarno sudah diambil pemerintah pusat.

Selain skybridge, Slamet menjelaskan saat sosialisasi di Kota Solo, Klaten juga bakal mendapat dana pembangunan palang pintu perlintasan KA di Desa Taji, Kecamatan Prambanan. Dana senilai Rp1 miliar untuk penambahan palang pintu perlintasan itu bersumber dari APBD Provinsi Jateng.

Namun, rencana pembuatan palang pintu itu juga dianulir. Alasannya, perlintasan KA itu tak berada di ruas jalan provinsi. “Ya mudah-mudahan pembangunan skybridge dan penambahan palang pintu bisa terealisasi pada 2019,” katanya.

Pembangunan palang pintu pada perlintasan KA menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini, ada sekitar 21 perlintasan KA tanpa palang pintu. Dari 21 perlintasan tersebut, perlintasan Mbah Ruwet di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, dan perlintasan di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, diprioritaskan untuk dipasangi palang pintu.

Alasannya, kedua perlintasan itu menjadi jalur utama warga. Slamet menuturkan sudah menyiapkan personel untuk menjaga perlintasan KA jika sewaktu-waktu ada bantuan pembangunan palang pintu.

Persiapan itu yakni dengan mengikutkan sejumlah personel mendapatkan sertifikasi penjaga pintu perlintasan. “Sudah ada sembilan orang yang kami kirim ke Madiun mengikuti pelatihan,” ungkapnya.

Disinggung warga yang berinisiatif memasang sirene di tepi perlintasan tanpa palang pintu, Slamet mengapresiasi selama upaya warga itu tak dilakukan dengan pungutan kepada setiap warga yang melintas.

“Itu bentuk partisipasi masyarakat. Tujuannya untuk keselamatan sepanjang tidak ada jasa. Partisipasi masyarakat menjamin keselamatan pengguna jalan itu kan diatur juga dalam undang-undang,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago