Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tenda Sakinah, Tenda Khusus bagi Suami Istri Korban Gempa Salurkan Hasrat

Mereka mengusulkan adanya penyediaan tenda khusus yang bisa digunakan oleh pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologis.
SHARE
Tenda Sakinah, Tenda Khusus bagi Suami Istri Korban Gempa Salurkan Hasrat
SOLOPOS.COM - Tenda khusus untuk pasangan suami istri yang dinamai Tenda Sakinah bagi korban gempa yang mengungsi di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. (ANTARA/Ajat Sudrajat)

Solopos.com, JEMBER — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Provinsi Jawa Barat menyediakan tenda khusus  bernama Tenda Sakinah di lokasi pengungsian akibat gempa bumi yang terjadi pada 21 November 2022 lalu.

Tenda khusus tersebut merupakan fasilitas bagi suami-istri yang ingin menyalurkan hasrat biologis.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

“Jangan sampai ada salah arti dari tenda tersebut, karena pasangan suami istri harus menjalankan kewajiban (memberikan) nafkah lahir batin,” kata Wakil Bupati Cianjur, T.B. Mulyana Syahrudin di Cianjur, Rabu (7/12/2022).

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Wakil Bupati mengungkapkan tenda khusus itu diusulkan oleh korban gempa yang sudah 15 hari lebih tinggal di pengungsian.

Baca Juga: Jember Kembali Digoyang Gempa Magnitudo 5,3 Selasa Petang

Mereka mengusulkan adanya penyediaan tenda khusus yang bisa digunakan oleh pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologis.

“Kebutuhan biologis merupakan hal yang wajar, jangan dilihat dari sudut pandang negatif. Banyak di antara mereka kehilangan rumahnya dan mereka juga perlu menyalurkan kebutuhan biologis, karena selama berada di dalam tenda tentunya tidak dapat berbuat banyak,” kata Mulyana seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Gempa M 6,2 Guncang Jember dan Malang, BPBD: Tidak Ada Kerusakan

Warga yang menempati pos pengungsian di Kampung Garung, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, menyampaikan perlunya penyediaan fasilitas khusus bagi pasangan suami istri di tempat pengungsian korban gempa.

“Kalau bisa ada tenda asmara atau apapun itu namanya. Kami sudah pasti sangat membutuhkan karena selama berada di tenda pengungsian kami tidak dapat memberikan nafkah lahir batin untuk pasangan,” kata Jaja, 25, yang baru dua tahun menikah.

Baca Juga: Gempa Garut Bermagnitudo 6,4 Terasa hingga Jakarta

“Kalau bisa dibangun dekat rumah saja Pak agar tidak ada hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode