[x] close
top ear
Pemkab Bantah PNS Sukoharjo Tewas di Panti Pijat
  • SOLOPOS.COM

Pemkab Bantah PNS Sukoharjo Tewas di Panti Pijat

Diterbitkan Kamis, 18/04/2013 - 20:08 WIB
oleh Solopos.com/Farid Syafrodhi/JIBI/SOLOPOS
2 mnt baca -

SUKOHARJO — Pemkab Sukoharjo menampik bahwa salah satu pegawai negeri sipil (PNS) Sukoharjo bernama Widi Hidayat, 36, meninggal di panti pijat.

Hal itu terungkap saat pemkab Sukoharjo membentuk tim untuk mengklarifikasi kejadian itu kepada keluarga almarhum. Tim terdiri atas Kabag Pemerintahan, RM Suseno Wijayanto, Kasubag Pemerintahan Umum, Ari Haryanto, Kabag Humas, Joko Nurhadiyanto dan Kasubag Pemberitaan dan Media Massa, Suharno.

Kabag Humas, Joko Nurhadiyanto, saat ditemui wartawan di ruang rapat Setda Sukoharjo, Kamis (18/4/2013), mengatakan pihaknya telah menemui keluarga almarhum Widi di Wonogiri, Kamis. Tim ditemui oleh kakak kandung Widi, Nur Evendy dan kakak ipar, Dwi Susanto.

Menurut Joko, sebagaimana dituturkan Nur Evendy, sejak Sabtu (13/4/2013) lalu Widi mengeluh sakit kepala dan Minggu (14/4/2013), dia sakit kepala lagi disertai muntah-muntah. Ia sempat berobat ke seorang bidan di samping rumahnya dan disarankan untuk periksa ke dokter.

Rabu (17/4/2013) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, sambung Joko, anak bungsu dari Suparno dan Suparni itu menelepon Kasubag Pertanahan, Joko Purwanto, yang juga menjadi atasannya langsung. Ia meminta izin kepada Joko untuk pergi ke Ngemplak, Solo, untuk urusan keluarga.
“Sebelum pergi, dia sempat ke kantor dan meletakkan stofmap berkas pekerjaannya di meja saya,” ujar Purwanto yang juga hadir di ruang sidang Setda.

Menurut Purwanto, Widi yang menjadi PNS di Sukoharjo sejak 2006 itu ke Solo karena ingin menemui calon istrinya berinisial SC. Belum sampai di tempat SC, diduga sakit kepalanya kambuh. Kebetulan saat sakitnya kambuh, Widi berada di dekat klinik tradisional, Panti Margo Husodo.

“Almarhum sempat SMS ke calon istrinya dan memberitahu posisinya di Panti Margo Husodo untuk minta dikeroki. Namun saat karyawati baru mencari alat kerikan, almarhum kejang-kejang dan pemilik panti menelpon Rumah Sakit Brayat Minulyo untuk mendapatkan perawatan segera. Namun sampai di rumah sakit dinyatakan dokter telah meninggal dunia,” papar Joko.

Menurut Joko, sebelumnya Widi yang bertempat tinggal di Desa Wonokarto RT 004/RW 005, Wonogiri, itu pernah curhat ke Nur Evendy bahwa ia ingin menikahi SC. Namun di sisi lain ia khawatir bila orangtuanya tidak menyetujui pernikahannya. Kekhawatiran itulah yang diduga menjadi pemicu Widi sering sakit kepala. Nur lalu menasihatinya agar segera menindaklanjuti niatnya untuk menikah. Sedangkan urusan orangtua akan dibicarakan dengan kakaknya.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini