Pemimpin Mangkunegaran Solo Harus Kuasai Ilmu Hasta Brata, Apa Itu?

Pemerhati budaya Solo menyebut calon pemimpin Pura Mangkunegaran yang nantinya menjadi Mangkunagoro X harus memahami hasta brata.
SHARE
Pemimpin Mangkunegaran Solo Harus Kuasai Ilmu Hasta Brata, Apa Itu?
SOLOPOS.COM - Pendopo Pura Mangkunegaran (Instagram/@kanjengnuky)

Solopos.com, SOLO — Pemerhati budaya Kota Solo, Andrik Purwasito, mengatakan calon pemimpin Pura Mangkunegaran yang nantinya menjadi Mangkonagoro X mestinya sosok yang mempunyai sifat wicaksana atau unggul dalam pengetahuan, baik lahir dan batin.

Pendapat tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara diskusi publik “Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran, Wahyu Keprabon untuk Siapa?” yang digelar di Sukoharjo Room Hotel Sahid Jaya Solo pada Jumat (26/11/2021) siang.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Menurut Andrik, KGPAA Mangkunagoro X harus mempunyai sifat bijaksana, terampil, cerdas, berpengalaman, berpandangan jernih, dan waskito atau mampu melihat hal gaib. Orang dengan sifat itu bisa menerima wahyu keprabon.

Baca Juga: Pekerjaan Molor, Pelaksana Proyek Jembatan Jonasan Solo Kena Penalti

“Wahyu keprabon itu tidak bisa serta merta memilih terus jadi, tidak. Wahyu akan cenderung kepada orang wicaksono, cerdas, terampil, berpengalaman, unggul dalam knowledge, waskito atau mampu melihat hal gaib,” tuturnya.

Andrik juga menekankan ilmu hasta brata atau delapan kebajikan yang harus dimiliki calon pemimpin Pura Mangkunegaran Solo. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ilmu hasta brata itu masuk di dalam konsep wahyu keprabon.

Delapan kebajikan itu yakni dermawan seperti Betara Indra, punya kemampuan memberantas kejahatan seperti Dewa Yama, bertutur kata halus dan pandai membujuk seperti Dewa Surya, dan penuh kasih sayang seperti Dewa Candra.

Baca Juga: Wali Kota Gibran Tak Haruskan Pelajar Solo Positif Covid-19 Isoter

Sifat Teliti dan Detail

Selain itu ada sifat teliti dan detail dalam urusannya, suka bersedekah dan menghibur seperti Dewa Kuwera, tegar dan tegas dalam membuat keputusan seperti Dewa Baruna, serta berani dengan tekad bulat melawan musuh-musuh.

“Itu lah ciri-ciri orang yang akan ketiban wahyu keprabon. Karena wahyu keprabon itu membawa spirit wicaksono dan hasta brata. Ini perlu saya sebutkan, karena raja itu akhirnya sang amurwa bumi wenang murba wisesa,” urainya.

Diberitakan sebelumnya, keluarga Pura Mangkunegaran baru mulai berembuk atau berdiskusi untuk menentukan siapa yang akan menjadi Mangkunagoro X pada peringatan 100 hari wafatnya Mangkunagoro IX.

Baca Juga: Dana RTLH Dipakai Bangun Kamar Lantai 2, Ini Langkah Pemkot Solo

Diskusi dilakukan keluarga inti dari Mangkunagoro IX, dipimpin GKP Prisca Marina, istri permaisuri dari KGPAA Mangkunagoro IX. Sedangkan yang dilibatkan dalam diskusi itu yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo, GRA Ancillasura Marina Sudjiwo dan GRA Putri Agung Suniwati.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago