[x] close
top ear
Warga Natuna berunjuk rasa di depan gerbang Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020), menolak kedatangan WNI dari Wuhan, China.(Antara-Cherman)
  • SOLOPOS.COM
    Warga Natuna berunjuk rasa di depan gerbang Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020), menolak kedatangan WNI dari Wuhan, China.(Antara-Cherman)

Pemerintah Sebut Karantina WNI Wuhan Jauh dari Permukiman, DPRD Natuna: Bohong

"Kami ingin menjelaskan secara langsung data-data yang kami anggap pembohongan publik."
Diterbitkan Selasa, 4/02/2020 - 17:03 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca

Solopos.com, JAKARTA -- Pernyataan pemerintah pusat yang menyebutkan lokasi karantina warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, di Natuna jauh dari permukiman warga setempat dianggap sebagai pembohongan publik. Pejabat setempat menyebut jarak lokasi karantina dengan permukiman justru hanya kurang dari 2 km.

Terkait masalah ini, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna Andes Putra berharap bisa segera bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka ingin menyampaikan adanya sejumlah kekeliruan informasi yang disampaikan pemeritah pusat soal karantina WNI dari Wuhan di Natuna.

Ketua DPRD Natuna Andes Putra mengatakan dirinya sengaja berangkat ke Jakarta untuk menemui sejumlah pejabat pemerintah pusat mulai dari Menkopolhukam, Mendagri, Menkes, Komisi IX DPR, hingga Presiden Jokowi, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Kondisi WNI Bekas ISIS: 47 Ditahan, 553 Pengungsi, Buang Paspor Indonesia

Salah satu yang ingin disampaikan ke Jokowi, kata Andes, adalah informasi dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dianggapnya keliru. Hadi Tjahjanto menyebut hanggar Lanud Raden Sadjad, lokasi karantina, jauh dari pemukiman warga.

"Kami ingin menjelaskan secara langsung data-data yang kami anggap pembohongan publik, itu yang akan kami sampaikan ke beliau [Jokowi]. Karena kami juga heran data dari mana yang bisa ber-statement di TV nasional, di situ kami meresa disudutkan karena efeknya dari daerah luar mem-bully kami dengan data seperti itu," kata Andes di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, hanggar Lanud Raden Sadjad yang dijadikan lokasi karantina di Natuna hanya berjarak 1,7 km dari Kota Ranai, 1,5 km dari Pemukiman Pering, 1,2 km dari Pelabuhan Nelayan Pering, dan 1,4 km dari Kota Tua Penagi.

Bertemu DPP PDIP: Rudy Siap Menangkan Calon yang Dapat Rekomendasi

"Jarak dari hanggar ke pemukiman masyarakat itu dari hanggar ke Penagi itu hanya 1,2 km, dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km, kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3 km. Nah jadi kami resah dong, di bawah 2 km, itu yang membuat kami resah dan was was," jelas Andes.

Namun hingga kini, Andes menyebut belum ada agenda pertemuan dengan Jokowi. Mereka baru bertemu Menkopolhukam, Mendagri, Menkes, Komisi IX DPR pagi tadi.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat melepas tim evakuasi Wuhan, Sabtu (1/2/2020), mengungkapkan lokasi karantina di Natuna sudah sesuai dengan protokol yang diatur oleh World Health Organization (WHO) yakni berjarak 5 km dari pemukiman warga.

"Jarak dari hanggar itu sendiri sampai ke tempat penduduk kurang lebih di atas antara 5 km sampai 6 km. Kemudian menuju ke SP di sana ada dermaga itu juga kurang lebih 5 km sehingga dari hasil penilaian itu memenuhi syarat protokol kesehatan," kata Hadi di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang, Sabtu (1/2/2020).

Diterpa Hoaks Bakso Tikus, Warung Sugeng Madiun Ramai Lagi

Diketahui, tim evakuasi yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, TNI, Polri, dan BNPB telah mengevakuasi 238 WNI dari total 245 WNI yang berada di Wuhan, Hubei, China, pada Sabtu (1/2/2020) kemarin.

Mereka dikarantina di Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Rencananya selama 14 hari mereka akan menjalani observasi dan monitoring yang diawasi oleh Kemenkes.

Pemilihan lokasi karantina di Natuna membuat warga lokal khawatir virus corona akan masuk ke wilayahnya, mereka melakukan aksi demonstrasi bahkan hingga berujung kerusuhan pada Minggu (2/2/2020).


Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini