Pemerintah Luncurkan MigorRakyat Rp14.000/L, Bagaimana di Sukoharjo?

Disdagkop UKM Sukoharjo terus memantau harga minyak goreng curah yang beredar di pasaran.
SHARE
Pemerintah Luncurkan MigorRakyat Rp14.000/L, Bagaimana di Sukoharjo?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi minyak goreng curah. (Antaranews.com)

Solopos.com, SUKOHARJO – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan pihaknya hingga Jumat (20/5/2022), belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait bantuan distribusi minyak goreng (migor) curah.

“Sampai saat ini belum dapat info untuk kuota tersebut,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Jumat. Iwan mengatakan pihaknya saat ini hanya melakukan pantauan harga minyak goreng yang beredar di pasaran.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Berdasarkan pemantauan timnya, saat ini di lapangan harga minyak goreng curah berkisar di Rp15.000/liter. “Itu pantauan kita di pasar-pasar, tapi harga kadang fluktuatif,” jelasnya.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Mengutip laman setkab.go.id, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi dengan pelaku usaha minyak goreng (migor) meluncurkan Program MigorRakyat.

Program yang diluncurkan pada Selasa (17/5/2022) ini bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp14.000 per liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Baca juga: Ingin Beli MigorRakyat Rp14.000 Per Liter, Begini Caranya

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha migor untuk rakyat. Sepenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil. Tidak ada subsidi minyak goreng untuk para pengusaha dan pada waktunya akan menjadi suatu terobosan bisnis model baru,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi  di Jakarta, Selasa.

Transaksi Eceran Langsung

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan, menjelaskan Program MigorRakyat ini menekankan pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Implementasi dilaksanakan oleh pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah Rp14.000 per liter tepat sasaran. Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas atau KTP.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng Kemasan dan Curah Turun?

“Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program MigorRakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan IDFood dapat diakses oleh siapa saja. Saat ini sudah ada 1.200 lokasi yang tersebar di lima provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Sulawesi Utara. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan menjadi 10.000 lokasi di seluruh Indonesia,” terang Oke.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago