top ear
Tutup Iklan
Pemerintah Jokowi Lebih Suka Investor China, Ini Alasan Luhut
  • SOLOPOS.COM
    Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (kanan), ditemani Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berkunjung ke lahan bekas depo Pertamina di Gilingan, Solo, Kamis (29/8/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Pemerintah Jokowi Lebih Suka Investor China, Ini Alasan Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan pemerintah lebih condong pilih China sebagai investor. Menurutnya, China selalu memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Indonesia.
Diterbitkan Kamis, 12/09/2019 - 18:00 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
1 mnt baca -

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan pemerintah lebih condong pilih https://news.solopos.com/read/20190825/496/1014353/luhut-sebut-perusahaan-keuangan-china-ingin-selamatkan-bpjs-kesehatan" target="_blank" rel="noopener">China sebagai investor. Menurutnya, China selalu memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Indonesia.

Karena itulah, kata Luhut, China selalu menjadi investor di Indonesia. "Kita tidak mau kalau Jepang investasi di sini tidak teknologi transfer. Kalau saya di-challenge 'Luhut lagi-lagi Tiongkok'. Tiongkok itu gampang, kita suruh apa saja mau," ujarnya, saat ditemui di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dalam hal ini, Luhut tak mempersalahkan selama ini selalu investor https://news.solopos.com/read/20190825/496/1014353/luhut-sebut-perusahaan-keuangan-china-ingin-selamatkan-bpjs-kesehatan" target="_blank" rel="noopener">China yang masuk ke dalam negeri. Syaratnya, investor tersebut mau berbagi teknologi dan menggunakan tenaga kerja lokal.

jeda.id

"Jadi buat saya, saya bilang ke Presiden. 'Pak kan kita bicara national interest kita. Sepanjang national interest bisa kita amankan ya peduli mana, dari mana pun Pak'," jelas dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun menambahkan selama ini kerja sama dengan https://news.solopos.com/read/20190817/496/1012741/impor-produk-china-melonjak-indonesia-sasaran-empuk" target="_blank" rel="noopener">China lebih mengarah ke bisnis dan bukan kerja sama antarpemerintah.

"Semuanya selalu kita lakukan B to B, kita belum ada dengan China itu G to G. Sehingga debt to GDP kita tetap kita bisa pelihara di bawah angka 30 persen," tandas dia.

Editor : Avatar ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkini