Pemerintah Didorong Beri Stimulus Industri Media untuk Selamatkan Pers Nasional
Solopos.com|news

Pemerintah Didorong Beri Stimulus Industri Media untuk Selamatkan Pers Nasional

Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media mendorong pemerintah menaikkan stimulus di luar stimulus ekonomi Rp405 triliun yang sudah diputuskan.

Solopos.com, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media mendorong pemerintah menaikkan stimulus di luar stimulus ekonomi Rp405 triliun yang sudah diputuskan. Stimulus itu dibutuhkan untuk menyelamatkan daya hidup pers nasional yang sedang menghadapi krisis ekonomi serius akibat pandemi Covid-19.

Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media beralasan keberhasilan menanggulangi pandemi Covid-19 ditentukan oleh keberhasilan dalam menangani komunikasi yang tentunya melibatkan industri media.

Berdasarkan pengalaman beberapa negara, kegagalan menangani pandemi Covid-19 juga banyak disebabkan oleh kecenderungan meremehkan aspek komunikasi publik terkait situasi krisis yang terjadi.

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja di Toko Kelontong: Selamatkan Tetangga

Sejauh ini, media massa telah bersikap profesional menjalankan fungsinya di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat membutuhkan informasi terkini soal pandemi Covid-19 berikut analisis terpercaya yang dapat dijadikan pijakan.

Tanpa bermaksud mengabaikan kelemahan yang ada, ruang pemberitaan media massa/pers lah yang menyajikan informasi dan analisis tersebut. Pers juga berperan menjembatani proses komunikasi dan arus informasi, sehingga masyarakat terhindar dari simpang-siur informasi.

Industri media adalah satu dari sedikit sektor yang tetap harus bekerja dalam situasi krisis belakangan ini. Sektor media tidak boleh berhenti menjalankan fungsi-fungsi komunikatif dan informatif di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, stimulus dari pemerintah sangat dibutuhkan.

Rekonstruksi Pembunuhan Banyuanyar, Tersangka Peragakan 38 Adegan, Apa Saja?

Tujuh Aspirasi

Berdasarkan rilis asosiasi tersebut yang diterima Solopos.com, Kamis (14/5/2020), diuraikan tujuh aspirasi Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media. Tujuh aspirasi itu antara lain:

1. Mendorong Negara untuk tetap mengalokasikan dana sosialisasi kebijakan, program, atau kampanye penanggulangan Covid-19, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk perusahaan pers.

2. Mendorong Negara untuk memberikan subsidi harga kertas bagi perusahaan pers cetak sebesar 20% dari harga per kilogram komoditas tersebut.

3. Mendorong Negara memberikan subsidi biaya listrik untuk perusahaan pers sebesar 30% dari tagihan per bulan pada periode Mei-Desember 2020.

4. Mendorong Negara memberikan kredit berbunga rendah dan berjangka panjang melalui Bank BUMN untuk perusahaan pers.

MUI Izinkan Salat Idulfitri Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, Tapi Ada Syaratnya!

5. Mendorong Negara menangguhkan kewajiban karyawan dan perusahaan pers untuk membayar iuran BPJS ketenagakerjaan selama masa pandemi Covid-19, tanpa mengurangi manfaat yang seharusnya diperoleh karyawan.

6. Mendorong pemerintah menanggung kewajiban karyawan dan perusahaan pers untuk membayar iuran BPJS Kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

7. Mendorong negara memaksimalkan pemungutan pajak pendapatan dari perusahaan platform global yang beroperasi di Indonesia seperti antara lain Google, Facebook, YouTube, Twitter, Instagram, Microsoft, dll. Komponen atau hasil pemungutan pajak pendapatan ini penting untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat dan setara, serta layak dialokasikan untuk mengembangkan dan menyelamatkan institusi jurnalisme di negeri ini.

SBBI 2020 Beri Penghargaan Merek Bergengsi untuk 5 Kategori, Mal Sampai Rumah Sakit

Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media merupakan himpunan 12 asosiasi/lembaga yang bergerak di sektor pers nasional. Dua belas asosiasi/lembaga itu antara lain Serikat Penerbit Pers (SPS), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Selain itu, juga bergabung di dalamnya ada Forum , Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI), dan Dewan Pers.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago