Pemdes Krikilan Sragen Bagi-Bagi Sembako untuk Jadup Warga Isoman

Jadup diberikan kepada lima keluarga di Krikilan yang salah satu anggotanya dinyatakan positif corona sehingga harus menjalani isoman.
Pemdes Krikilan Sragen Bagi-Bagi Sembako untuk Jadup Warga Isoman
SOLOPOS.COM - Satgas Penanggulangan Covid-19 Desa Krikilan, Masaran, Sragen, menyalurkan sembako kepada keluarga terdampak Covid-19, Jumat (16/7/2021). (Istimewa-Pemdes Krikilan)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen, menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka tanggap darurat penanggulangan Covid-19 di desa setempat, Jumat (16/7/2021).

Bakti sosial itu diwujudkan dalam kegiatan penyemprotan disinfektan ke area permukiman warga dan membagikan sembako sebagai jaminan hidup atau jadup kepada keluarga di Krikilan yang salah satu anggotanya menjalani isolasi mandiri (isoman).

Kepala Desa Krikilan, Jumbadi, mengatakan semua wilayah di satu desa yang terdiri atas 35 RT disemprot disinfektan. Penyemprotan disinfektan itu menyasar tempat tinggal hingga fasilitas umum seperti pos kamling, musala, masjid dan lain-lain.

Baca juga: Geger Ulah Kades Jenar Sragen Pasang Baliho Memaki Pejabat, Minta Maaf, Lalu Ngamuk di Hajatan

Bersamaan dengan itu, tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Desa Krikilan juga menyalurkan jadup kepada lima keluarga di wilayah setempat yang salah satu anggotanya dinyatakan positif corona sehingga harus menjalani isoman.

“Setelah kerja bakti, kegiatan dilanjutkan pemakaman warga kami dengan protokol kesehatan. Kebetulan hari ini ada warga kami yang meninggal di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Total, kami telah memakamkan 13 warga dengan protokol kesehatan, terhitung sejak 2020 hingga pertengahan Juli 2021,” jelas Jumbadi, kepada Solopos.com.

Isoman Terpusat di Technopark

Bidan Desa Krikilan, Sulistiawati, mengatakan total ada 87 temuan kasus warga positif corona di Desa Krikilan sepanjang 2021. Pada Juni saja, terdapat 28 kasus, sementara hingga pertengahan Juli, terdapat 18 kasus warga positif corona.

Baca juga: Dialog Dengan Bupati Sragen Soal Pasokan Oksigen, PT Samator Ungkap Fakta Ini

“Dari 18 warga itu, empat di antaranya sudah selesai menjalani isoman sehingga masih ada 14 warga belum selesai isoman. Dua di antaranya dirawat di RS, satu menjalani isoman di rumah karena masih anak-anak. Sisanya, 11 warga menjalani isoman terpusat di Technopark Ganesha Sukowati,” jelasnya.

Dia menjelaskan langkah yang diambil bersama Satgas, bila ada kasus pihaknya menggelar tracing contact bersama mitra yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Swab dilaksanakan di Puskesmas Masaran 1.

“Jika ada warga yang dinyatakan positif, kami arahkan menjalani isoman terpusat di Technopark. Alhamdulillah, warga kooperatif. Mereka mau menjalani isoman terpusat di Technopark sesuai petunjuk dari Pemkab Sragen,” papar Sulistiawati.

Baca juga: Meninggal Dalam Laka Mobil Polisi Vs KA Brantas, Pelda Eka Dijadikan Nama Jalan di Sragen

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago