top ear
Lokasi penemuan mayat ABG di dalam kamar hotel di Kabupaten Semarang, Senin (16/11/202). (Detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Lokasi penemuan mayat ABG di dalam kamar hotel di Kabupaten Semarang, Senin (16/11/202). (Detik.com)

Pembunuh ABG Berseragam Pramuka di Semarang Sakit Hati Sering Dihina Gegara Jualan Cimol

Pelaku pembunuhan ABG berseragam pramuka di Semarang mengaku sakit hati akibat pekerjaannya sebagai bakul cilok keliling dihina oleh korban.
Diterbitkan Rabu, 18/11/2020 - 19:00 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SEMARANG – Pelaku pembunuhan ABG di kamar hotel kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengaku sakit hati dengan korban. Pelaku mengaku nekat membunuh korban karena merasa sakit hati.

Adapun motif lain dari pelaku adalah untuk menguasai harta korban. Hal tersebut disampaikan Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo, dalam jumpa pers di Polres Semarang, Rabu (18/11/2020).

"Motif pelaku ingin menguasai harta korban. Dari pendalaman, ia sakit hati terhadap korban karena sering dihina," terang Ari Wibowo seperti dilansir Detik.com.

Pelaku mengatakan korban sering memberinya uang sambil menghina. Korban juga sering kali merendahkan pekerjaan pelaku sebagai penjual cimol keliling.

"Pelaku sakit hati karena sering dihina pekerjaannya sebagai penjual cimol. Juga sering memberi uang ke pelaku karena keduanya kenal dan berhubungan dekat," jelasnya.

Cerita Bakul Bakso Nasabah Kospin Syariah Karanganyar Tak Bisa Cairkan Tabungan

Pacaran

Seperti diketahui, korban berinisial DF, 17, merupakan pelajar asal Demak, Jawa Tengah. Sementara pelaku bernama Dicky Ramandany, 19, merupakan warga Surabaya yang setahun terakhir tinggal di Demak untuk bekerja.

Pelaku dan ABG berseragam pramuka yang dibunuh itu baru saling mengenal sekitar dua pekan. Berdasarkan pendalaman polisi, keduanya berstatus pacaran.

"Dari pendalaman, keduanya memang pacaran atau TTM (teman tapi mesra). Jadi berdua memang berhubungan dekat," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno G Sukahar.

Meski baru saling mengenal, pembunuh ABG berseragam pramuka itu menyimpan dendam. Dia merasa sakit hati karena sering dihina oleh korban.

"Karena dekat, korban beberapa kali memberi uang dan makanan ke pelaku. Tetapi dengan cara yang membuat pelaku merasa sakit hati," lanjutnya.

Mamah Dedeh Positif Kena Covid-19

Kencan di Bandungan

Rasa sakit hati itulah yang membuat pelaku nekat menghabisi nyawa korban. Pelaku lantas mengajak korban bertemu di hotel kawasan Bandungan, Semarang itu.

"Keduanya sudah beberapa kali bertemu berdua. Lalu korban diajak ke hotel Bandungan, dengan niat untuk dibunuh," jelasnya.

Korban kemudian berpamitan kepada orang tuanya untuk sekolah dan memakai seragam pramuka saat keluar rumah. Nahas, sesampainya di hotel, ABG berseragam pramuka itu malah dibunuh oleh kekasihnya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan autopsi tidak ditemukan tanda keduanya melakukan hubungan intim. Namun ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Sabtu (14/11) pukul 08.00 WIB pagi, langsung check in dan membunuh korban dengan cara dibenturkan ke dipan hotel dan dibekap. Pukul 09.00 WIB pagi, pelaku kabur dari hotel," imbuh Onkoseno.

Gegara Sinyal HP Eror, Uang Rp72 Juta Milik Nasabah Maybank Solo Raib

Gasak Harta

Mayat ABG berseragam pramuka itu ditemukan pada Minggu (15/11/2020) pagi pukul 10.00 WIB. Setelah membunuh, pelaku langsung kembali ke Demak dan menggasak semua harta korban.

Diberitakan sebelumnya, sesampainya di Demak, pelaku langsung menjual motor dan handphone milik korban.

“Motor korban dijual dengan harga Rp2 juta. Sementara, handphone korban dijual secara online dan laku Rp125.000,” imbuh Onkoseno.

Kejatuhan Batu Meteor Langka, Pria Pembuat Peti Mati di Sumatra Utara Ini Jadi Miliarder

Dari motor dan handphone itu, polisi pun menelusuri jejak pelaku. Polisi akhirnya berhasil menangkap pembeli motor dan handphone milik korban.

“Pembeli motor dan handphone milik korban juga kita tangkap karena sebagai penadah,” tutur Onkoseno.

Seusai menjual barang milik korban, pelaku pun melarikan diri ke Surabaya. Ia pergi ke Surabaya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion.

“Pelaku ini memang aslinya Surabaya. Dia tinggal di Demak dititipkan oleh keluarganya kepada seorang kenalan. Pelaku tidak sekolah. Dia kenal dengan korban karena pergaulan dan rumahnya berdekatan,” ungkap Onkoseno.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini