Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pembebasan Lahan Underpass Joglo Solo Rp400 Miliar, Apa Saja yang Kena?

Anggaran pembebasan lahan untuk penataan kawasan dan underpass di Simpang Joglo, Solo, disiapkan senilai Rp400 miliar.
SHARE
Pembebasan Lahan Underpass Joglo Solo Rp400 Miliar, Apa Saja yang Kena?
SOLOPOS.COM - Maket rel layang Joglo, Banjarsari, Solo. (Solopos-Ika Yuniati)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp400 miliar untuk pembebasan lahan proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo. Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan pembangunan underpass-nya sendiri yang hanya Rp250 miliar.

Ada sejumlah alasan biaya pembebasan lahan untuk penataan simpang Joglo dan underpass Joglo itu lebih besar dibanding konstruksinya. Salah satunya karena lahan yang kena berada di jalan nasional.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Hal itu mengemuka pada pertemuan antara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng dan DIY Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wida Nurfaida dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya di Balai Kota Solo, Rabu (10/8/2022).

Wida menjelaskan tanah, bangunan, dan tanaman bakal masuk dalam daftar pembebasan lahan untuk penataan simpang Joglo dan underpass Joglo Solo. Proses pembebasan lahan sama seperti pembebasan lahan pada umumnya.

“Objeknya karena berada di jalan nasional. Semua berada di kawasan premium, di jalan nasional. Dari Jl Ki Mangun Sarkoro sampai ke Jl Sumpah Pemuda,” katanya.

Baca Juga: Siap-Siap! Ada Pembebasan Lahan Lagi untuk Proyek Simpang Joglo Solo

Selain jalan itu, lanjut Wida, ada sejumlah jalan lain yang bakal terdampak, antara lain Jl Pamugaran Utama lalu ke arah Jl Kolonel Sugiono. Di bawah jalan itu nanti bakal dibangun underpass.

Dia menjelaskan konstruksi underpass memungkinkan dibangun meskipun ada rel layang Joglo, Solo, karena desainnya merupakan satu kesatuan. Desain itu disusun bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR.

Menjadi Prioritas

“Kami Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng dan DIY melaksanakan saja. Tapi itu juga setelah adanya rekomendasi dari semua pihak,” paparnya.

Baca Juga: Proyek Simpang Joglo, Jalan Solo-Purwodadi dan Jl Sugiyono Jadi Searah

Menurut Wida, meskipun penataan simpang Joglo dan underpass belum masuk pada Proyek Strategis Nasional (PSN) bukan berarti menjadi kendala. Ada beberapa proyek bukan PSN tetapi menjadi prioritas. “Kalau PSN kan semua jadi prioritas semua pihak. Concern pelaksanaannya harus diselesaikan paling lambat akhir 2024,” tuturnya.

Wida menjelaskan ada nota kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Pemprov Jateng, dan Pemkot Solo.

“Harapan kami MoU bisa jadi dasar kami mengajukan pembebasan lahan,” jelasnya. Berdasarkan catatan Solopos.com, sesuai desain kawasan Simpang Joglo, Solo, underpass akan dibangun menghubungkan Jl Ki Mangun Sarkoro dan Jl Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Penutupan Simpang Joglo-Viaduk Gilingan Solo, Warga: Terus Lewat Mana?

Panjangnya 434 meter dan lebar 18 meter. Underpass ini akan dibangun oleh Kementerian PUPR. Soal pembebasan lahan ini sebelumnya juga diungkapkan Konsultan Manajemen Konstruksi Rel Layang Joglo, Hadi Yudariansyah, saat sosialisasi pembangunan rel layang Joglo di Balai Kota Solo, Januari 2022 lalu.

Hadi saat itu menyampaikan akan ada tambahan pembebasan lahan untuk pembangunan underpass dan penataan kawasan simpang Joglo. Penataan itu berupa bundaran atau round about yang berdiameter sekitar 50 meter.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode