top ear
Ilustrasi anggaran. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi anggaran. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Pembangunan Pasar Sraten Sukoharjo Dilanjutkan Pakai Duit Rp1,9 M Tahun Ini

Di tahun lalu pembangunan Pasar Sragen batal dilaksanakan karena anggaran masuk dalam refocusing untuk penanganan Covid-19.
Diterbitkan Kamis, 4/03/2021 - 11:19 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo akan melanjutkan proyek revitalisasi Pasar Sraten, Kecamatan Gatak, yang sempat tertunda. Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar dalam APBD 2021.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo, Sutarmo mengatakan di tahun lalu pembangunan Pasar Sragen batal dilaksanakan. Anggaran tersebut masuk dalam refocusing untuk penanganan Covid-19.

"Tahun lalu sebenarnya sudah memiliki program melaksanakan kembali pembangunan pasar tradisional. Namun karena terkendala kondisi pandemi virus Corona maka rencana ditunda dan baru dilaksanakan tahun ini," katanya kepada wartawan di Sukoharjo pada Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19, Begini Kondisi Sektor Industri di Boyolali

Sutarmo mengatakan pembangunan Pasar Sraten disiapkan ulang pada tahun ini. Pemkab Sukoharjo menyiapkan anggaran Rp1,9 miliar untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Persiapan dilakukan dengan penyusunan dokumen dan kelengkapan yang dibutuhkan.

Dia mengatakan pembangunan Pasar Sraten tahap pertama telah dilaksanakan pada 2019.

Bisa Selesai 100 Persen

Tahap kedua baru akan dilaksanakan pada tahun ini. Pasar Sraten di Kecamatan Gatak masuk prioritas penuntasan pembangunan pasar tradisional oleh Pemkab Sukoharjo.

"Tinggal satu tahap lagi semua program pembangunan Pasar Sraten bisa selesai 100 persen," katanya.

Baca juga: Disdikbud Sukoharjo Ogah Gelar Simulasi PTM di Sekolah, Ini Alasannya

Pemkab Sukoharjo di bawah kepemimpinan Bupati Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa siap melanjutkan komitmen periode sebelumnya di era Bupati Wardoyo Wijaya membangun pasar tradisional.

Program tersebut dijalankan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus mengembangkan pasar tradisional menjadi lebih layak untuk meningkatkan perekonomian rakyat kecil.

Keberadaan pasar tradisional yang sudah dibangun diharapkan menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap pasar tersebut. Dengan demikian maka dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya perekonomian di Sukoharjo.

Baca juga: Jagal Satu Keluarga Di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Seumur Hidup


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya