Pembangunan Lapangan Picu Pertumbuhan Ekonomi Desa Plupuh Sragen

Rencana pembangunan lapangan desa dan masuknya sejumlah platform pesan antar memicu pertumbuhan ekonomi di Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Sragen.
Pembangunan Lapangan Picu Pertumbuhan Ekonomi Desa Plupuh Sragen
SOLOPOS.COM - (Espos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN – Rencana pembangunan lapangan dan masuknya sejumlah platform pesan antar memicu pertumbuhan ekonomi di Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil bidang kuliner menyiapkan dagangan sebelum membuka lapak di Jl. Raya Plupuh, Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Sragen, Sabtu (23/10/2021) pagi.

Sepanjang jalan dua kilometer tersebut dari simpang empat lapangan Desa Dari ke arah selatan ada berbagai lapak pedagang makanan berat maupun ringan. Kondisi jalan tergolong baik karena masih baru dan banyak kendaraan yang melintas dari arah Plupuh ke Mojosongo. Begitu pula sebaliknya.

Pemilik Ayam Penyet dan Bakaran Imah di Desa Plupuh, Muhammad Zainur Rochmad, 34 menjelaskan rencana pembangunan lapangan Desa Plupuh menjadi salah satu pemicu geliat ekonomi akhir-akhir ini. Lapangan sedang dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Pasar Bahulak, Urat Nadi Perekonomian Warga Desa Karungan Sragen

“Di Desa Plupuh semenjak ada rencana pembangunan lapangan sepakbola mulai ada yang membangun kios dan ruko untuk jualan. Perkembangan wilayah Plupuh semakin ke sini semakin banyak yang jualan,” katanya.

Somad, sapaan akrabnya, menjelaskan jajanan makanan berat yang berkembang berupa bakso dan mi ayam. Kedai olahan ayam baru ada tiga kedai. Sedangkan jajanan camilan yang bermunculan, antara lain roti bakar dan martabak.

“Kalau dibandingkan dengan wilayah Desa Sambirejo masih jauh. Ibaratnya pusat wilayah kecamatan kan di situ,” jelasnya.

Baca Juga: Kawasan Perekonomian Baru di Sragen Bakal Seperti Solo Baru?

Geliat ekonomi yang berkembang juga disambut dengan hadirnya layanan platform antar pesan makanan. Somad kini mulai menggunakan layanan Gojek sejak awal pandemi dan Grab dua bulan terakhir.

Dia menjelaskan platform pesan antar makanan hadir ketika omzetnya sedang anjlok 50% akibat pandemi. Konsumen tidak berani makan di tempat karena ada Satgas Covid-19 berpatroli selain takut terpapar Covid-19.

Kini omzetnya pulih sejak satu bulan terakhir. “Yang beli lewat online sekitar 20% sampai 25% dari jumlah transaksi. Enggak begitu banyak karena di sini yang susah itu drivernya,” kata dia.

Baca Juga: Lokasi Strategis, Pertumbuhan Ekonomi Pasar Gawan Sragen Malah Melambat

Menurut dia, banyak pengguna mulai memanfaatkan platform pesan antar makanan tetapi mereka harus pesan secara berulang-ulang. Maklum, jumlah kurir/pengemudi ojol yang biasa ke warungnya tiga orang saja.

Salah satu kurir Gofood atau pengemudi ojol, Dyah Ayu Candra Kirana, 28, menjelaskan layanan Gofood mulai masuk ke desanya tetapi para pengemudi ojol dari Plupuh lebih banyak beroperasi di Solo atau Kecamatan Gemolong yang merupakan pusat ekonomi Sragen Barat.

“Orderannya kurang banyak. Kalau di sana [di Kota Solo] lebih banyak. Di sini ambil pesanan jauh muter-muter,” jelasnya.

Baca Juga: Upaya Membangun Pariwisata dan Perekonomian Sukowati Sragen

Dyah mengatakan banyak usaha baru bidang kuliner di Plupuh akhir-akhir ini. Dia sering mengaktifkan layanan aplikasi sejak di rumahnya sebelum berangkat ke Kota Solo. Jenis jajanan yang digemari pengguna aplikasi yang memakai jasanya berupa ayam bakar, nasi goreng dan capcai.

Berdasarkan data Kecamatan Plupuh Dalam Angka 2021 yang dipublikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen, Desa Plupuh memiliki jumlah swalayan/mini market 1 unit, jumlah toko/warung kelontong 27 toko, dan kedai makan dengan luas < 400 meter persegi 11 warung.

Sedangkan Desa Sambirejo memiliki jumlah swalayan/mini market 2 unit, jumlah toko/warung kelontong 100 toko, dan kedai makan dengan luas < 400 meter persegi sebanyak 14 kedai.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago