Pembangunan Jalan Wisata ke Museum Sangiran Sragen Urung Dimulai, Ini Sebabnya
Solopos.com|soloraya

Pembangunan Jalan Wisata ke Museum Sangiran Sragen Urung Dimulai, Ini Sebabnya

Proses lelang proyek peningkatan jalan wisata ke Museum Sangiran itu mulai pada Februari dan dimenangi PT Bhina Karya Estetika dari Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Proyek peningkatan jalan Pungsari (Kecamatan Plupuh)-Bukuran (Kecamatan Kalijambe) yang merupakan akses menuju objek wisata Museum Sangiran Sragen belum bisa dimulai. Padahal, proyek dengan pagu anggaran Rp8,4 miliar dari Pemprov Jateng tersebut sudah selesai dilelangkan awal Maret lalu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari laman lpse.sragenkab.go.id, Sabtu (12/6/2021), proses lelang proyek peningkatan jalan wisata itu mulai pada Februari. Lelang yang diikuti 60 peserta itu akhirnya dimenangi PT Bhina Karya Estetika dari Ngarum, Ngrampal, Sragen.

Pemenang lelang diumumkan pada awal Maret. Dari pagu anggaran senilai Rp8,4 miliar, PT Bhina Karya Estetika menawar seharga Rp7,04 miliar.

Baca juga: Siap-Siap, 19 Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi Bakal Ditertibkan

Namun, penandatanganan kontrak yang sedianya digelar pada pertengahan Maret itu urung digelar. Akibatnya, proyek peningkatan jalan itu hingga kini belum bisa dimulai.

“Proyek peningkatan jalan Pungsari-Bukuran anggarannya dari provinsi. DPA [daftar pelaksana anggaran] dari provinsi sebetulnya sudah ada. Tender juga sudah digelar. Sudah ada pemenangnya,” jelas Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto, Sabtu (12/6/2021).

Tapi, lanjut dia, penandanganan kontrak urung dilaksanakan karena belum ada kepastian anggaran dari provinsi.

"Biasanya setelah selesai lelang, ada proses koreksi dan persetujuan RKA [rencana kerja anggaran] dari provinsi. Nah, proses itu yang belum dilaksanakan," jelas Albert.

Baca juga: Kasus Corona Memuncak, Bupati Sragen akan Keluarkan Instruksi Penanganan Covid-19

Selain jalan Pungsari-Bukuran, proyek perbaikan jalan pada tahun ini juga menyasar jalan Brambang-Wonorejo dengan nilai kontrak Rp814 juta, jalan Sonorejo-Gondang dengan nilai kontrak Rp6,1 miliar dan jalan Gesi-Cengklik dengan nilai kontrak Rp3,2 miliar. Tiga pekerjaan fisik itu hingga kini sudah berlangsung.

“Pada tahun ini, anggaran perbaikan jalan ada Rp36 miliar dari [APBD 2021]. Tahun lalu ada Rp90 miliar [dari APBD 2020 dan APBD Perubahan 2020]. Mudah-mudahan ada tambahan anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan 2021,” papar Albert.

Dari anggaran Rp36 miliar itu, sebanyak Rp5 miliar di antaranya digunakan untuk pemeliharaan jalan. Anggaran pemeliharaan jalan juga turun mengingat pada tahun sebelumnya dianggarkan Rp9,7 miliar.

Baca juga: Siswi SMA Sragen Dihamili Paman Sendiri, Psikolog Diterjunkan untuk Pulihkan Psikis

Anggaran pembebasan lahan dan lain-lain senilai Rp3 miliar. Sisanya digunakan untuk proyek peningkatan jalan.

“Anggaran pemeliharaan jalan itu normalnya Rp9,7 miliar. Harapannya masih ada tambahan pada pembahasan APBD Perubahan 2021,” jelasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago