[x] close
top ear
Suasana perkampungan di Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Kabupaten Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Suasana perkampungan di Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Kabupaten Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Pemandangannya Ciamik, Dukuh Girpasang di Kemalang Klaten Bakal Jadi Objek Wisata

Kawasan Dukuh Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bakal dikembangkan sebagai objek wisata.
Diterbitkan Minggu, 5/07/2020 - 21:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berencana menjadikan kawasan Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang sebagai objek wisata.

Perkampungan terpencil di lereng Gunung Merapi itu dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan pengembangan menjadi objek wisata itu perlu keterlibatan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, warga di Girpasang, serta pemerintah desa.

"Kami memiliki program dalam pengembangan pariwisata. Melihat di Girpasang bisa dikembangkan dan itu butuh proses melibatkan beberapa pihak termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Kami istilahnya baru kula nuwun dulu. Arahnya memang bisa dijadikan objek wisata," kata Nugroho saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (5/7/2020).

Potensi

Nugroho mengatakan banyak potensi wisata di salah satu dukuh di Kemalang Klaten tersebut. Salah satunya adalah akses menuju perkampungan itu.

Meski harus berjalan kaki melintasi seribuan anak tangga di tepi jurang untuk menuju Girpasang, namun pemandangan hijaunya pepohonan serta puncak Merapi sangat menakjubkan.

Nugroho mengatakan untuk mengembangkan kawasan Girpasang sebagai destinasi wisata perlu dilakukan pemetaan potensi yang layak dikunjungi. Nugroho juga menjelaskan pengembangan itu dilakukan dengan tidak mengubah alam serta sosial dan budaya warga perkampungan tersebut.

"Kami perlu mapping dulu dengan konsultan dan melihat secara keseluruhan potensi yang ada di Girpasang. Soal sosial masyarakat, ketika menjadi objek wisata saya rasa tidak terpengaruh. Justru harapan kami dari situ kesejahteraan masyarakat meningkat," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan selain potensi keindahan alam dan kearifan lokal warga yang masih terjaga, di sekitar Girpasang terdapat potensi wisata alam lainnya, yakni Gua Jepang.

Sutarno mengatakan pengembangan potensi wisata salah satu desa di Kemalang Klaten itu masih terkendala oleh sumber daya manusia (SDM). "Kami berharap ada koordinasi serta pembinaan dari pemerintah bersama masyarakat sehingga bisa menjadikan potensi yang ada di Tegalmulyo bisa berkembang," kata Sutarno.

Tentang Girpasang

Girpasang merupakan perkampungan terpencil di lereng Gunung Merapi yang berada di punggung bukit. Warga secara turun temurun menghuni kampung yang berjarak 4 km-5 km dari puncak Merapi tersebut.

Mayoritas warga memiliki mata pencaharian sebagai petani hortikultura serta beternak. Suasana perkampungan itu masih asri, berhawa sejuk, dan pemandangan hijaunya menakjubkan.

Tak ada suara bising lalu lalang kendaraan bermotor di jalanan kampung yang dihuni 12 keluarga dan terdiri atas 34 jiwa itu. Sebanyak 12 keluarga itu tinggal di sembilan rumah.

Untuk menuju dusun di Kemalang Klaten yang memiliki potensi wisata itu, warga harus berjalan kaki naik-turun anak tangga selebar 1,5 meter di tepi jurang. Selama ini, warga Girpasang masih menjaga tradisi yang berlangsung secara turun temurun. Salah satu tradisinya adalah kenduri apam yang digelar saban selapan atau 35 hari sekali.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini