top ear
Kepala Dispendukcapil Sragen Haryatno Wahyu Lwiyanto memasang pengumuman pelayanan adminduk secara online di depan kantor pelayanan Dispendukcapil Sragen, Kamis (19/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Kepala Dispendukcapil Sragen Haryatno Wahyu Lwiyanto memasang pengumuman pelayanan adminduk secara online di depan kantor pelayanan Dispendukcapil Sragen, Kamis (19/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Pelayanan Dispendukcapil Sragen Berubah, KTP dan KK Dilayani Online Mulai Senin 23 Maret

Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dispendukcapil Sragen berubah mulai Senin (23/3/2020).
Diterbitkan Kamis, 19/03/2020 - 14:47 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
3 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dispendukcapil Sragen berubah mulai Senin (23/3/2020).

Pelayanan manual secara langsung atau tatap muka dikurangi dan beralih ke layanan secara online. Hal itu untuk meminimalkan kerumunan dan kontak langsung antarwarga guna mencegah penularan virus corona.

Pelayanan Dispendukcapil Sragen yang berubah itu sudah disosialisasikan selama sepekan terakhir. Pengumuman tertulis dipasang di tempat pelayanan Dispendukcapil Sragen.

3 Warga Mojosongo Solo Positif Corona

Ada delapan jenis pelayanan adminduk yang dilayani secara online mulai Senin. Pelayanan itu terdiri atas akta kelahiran, akta kematian, kartu identitas anak (KIA), kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, kartu keluarga (KK), perpindahan penduduk keluar, update data, dan kedatangan.

Kepala Dispendukcapil Sragen Haryatno Wahyu Lwiyanto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/3/2020), mengatakan pelayanan adminduk tidak bisa dihentikan meski ada pandemi virus corona.

Untuk menyiasati supaya tidak ada kontak langsung, terutama pada pelayanan KTP elektronik, Wahyu bersama tim di Dispendukcapil Sragen membuat inovasi berupa pelayanan online yang baru dibuat dua hari terakhir.

Bandar Narkoba Ditangkap Saat Sedang Setubuhi Ibu Kandung

Wahyu juga mengeluarkan surat tentang pelayanan adminduk Dispendukcapil yang berubah itu kepada camat se-Kabupaten Sragen. Wahyu mengatakan sebagai upaya pencegahan virus corona dan memutus mata rantai persebaran virus tersebut, pelayanan adminduk diutamakan secara online.

Alamat Website Layanan Online

Dia menjelaskan pelayanan langsung hanya diberikan kepada warga yang benar-benar memiliki kebutuhan mendesak, seperti untuk mengurus kesehatan, rumah sakit, atau sekolah dengan membawa rekomendasi dari instansi terkait.

Pelayanan online dilakukan lewat menggunakan website dukcapil.sragenkab.go.id/pelayanan/ atau dengan menggunakan pelayanan Whatsapp dengan nomor 081-1265-3314. Dalam pelayanan online itu nanti akan ada pemberitahuan langsung bila dokumen yang dibutuhkan sudah jadi.

Teori Konspirasi Sebut Virus Corona Sengaja Dibuat? Begini Kata Ahli

Wahyu juga menggandeng Kantor Pos Sragen untuk pengiriman dokumen adminduk kepada pemohon dengan biaya antar dibebankan kepada pemohon. Dia menyebut biaya antar dokumen itu cukup murah, yakni Rp6.000-Rp9.000/dokumen.

Wahyu dan pegawai Dispendukcapil Sragen terus sosialisasi selama sepekan terakhir dengan memasang informasi layanan online atau menempel pengumuman tentang akses layanan online di lingkungan pelayanan Dispendukcapil dan di meja petugas pelayanan adminduk.

Jumlah pemohon adminduk mulai berkurang sampai 50% pada Kamis. Biasanya per hari bisa 400 orang hari itu tinggal 200 orang.

Sepak Terjang Dokter Handoko Tangani Pasien Corona hingga Tumbang Masuk ICU

Tempat duduk mereka juga diberi jarak. Setiap empat kursi hanya diduduki dua orang. Lobi-lobi kantor juga menjadi tempat bagi warga yang menunggu pelayanan.

"Mereka juga diberi akses untuk cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer yang disediakan petugas," jelasnya.

Sekretaris Dispendukcapil Sragen Wahana Wijayanto mengatakan ada 23 jenis pelayanan di Dispendukcapil tetapi baru delapan pelayanan yang berubah dan bisa dilayani secara online untuk pencegahan persebaran virus corona.

Kronologi Pasien Suspect Corona Sukoharjo Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo

Wahana mengatakan pelayanan online itu diharapkan bisa berlanjut seterusnya sehingga bisa meminimalkan calo dan antrean di Dispendukcapil. Sosialisasi tentang hal ini dilakukan dengan pemasangan baliho, siaran radio, dan sosialisasi lewat Facebook.

"Aplikasi pelayanan online dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami masyarakat awam," katanya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini