top ear
Ilustrasi prostitusi. (Solopos.com/Whisnupaksa Kridhangkara)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi prostitusi. (Solopos.com/Whisnupaksa Kridhangkara)

Pelaku Prostitusi Online Solo Tak Hanya Perempuan, Tapi Juga Laki-Laki

Pelaku prostitusi yang menjajakan diri secara online melalui media sosial atau aplikasi pertemanan di Solo tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki.
Diterbitkan Kamis, 4/03/2021 - 04:30 WIB
oleh Solopos.com/Tim Solopos
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Para pelaku prostitusi yang memanfaatkan teknologi untuk menawarkan jasa secara online di Kota Solo tak hanya dari kalangan perempuan. Penelusuran Tim Solopos beberapa lalu menemukan sejumlah pria muda berumur belasan hingga puluhan tahun juga menjajakan diri di Internet.

Seperti yang dilakukan AN, pria 24 tahun yang asli Solo. Memajang foto dirinya tampak belakang belakang, AN menyatakan bersedia dipanggil ke mana saja, termasuk luar kota. Pelaku prostitusi online itu mengaku melakukan pekerjaan itu hanya saat punya waktu luang.

"Tidak termasuk hotel saat promo Rp200.000. Kalau enggak promo Rp400.000. Saya menjamin bersih [tidak berpenyakit] dan mau jaga rahasia. Enggak usah DP. Bayar sesudah main. Hotelnya mau di mana saja, terserah. Biasanya di XXX, YYY, atau MMM. Biaya tersebut boleh beberapa kali. Sesuai permintaan pelanggan saja,” jelasnya menjawab sapaan Tim Solopos lewat aplikasi pertemanan.

Baca Juga: Bakal Dibasmi Gibran dan Polisi, Begini Potret Prostitusi Online Kota Solo

AN menyampaikan tarif senilai itu untuk dua jam tanpa ketentuan khusus seperti wajib memakai kondom. Ia membebaskan pelanggan agar nyaman.

“Bisa ketemuan dulu. Kalau cocok ya lanjut ke hotel. Kalau enggak ya sudah. Ngobrol dulu lah. Ini kebetulan longgar, biasanya sedikit sibuk. Mau bawa teman perempuan satu lagi ya boleh, tanpa biaya tambahan,” kata pelaku prostitusi online Solo berinisial AN itu.

Sebagaimana diinformasikan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama kepolisian bertekat memberantas prostitusi dalam bentuk apa pun termasuk yang berbasis online.

Operasi Pekat

Hal itu Gibran sampaikan seusai mengikuti operasi penyakit masyarakat atau pekat yang digelar kepolisian di kawasan Kestalan dan Gilingan, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Prostitusi Online Solo: Ada Yang Pakai Kode Booking Segala Loh...

Dalam operasi itu petugas berhasil menangkap 36 pekerja seks komersial atau PSK. "Kemarin operasi pekat bersama Polresta Solo kan baru kali pertama. Lalu banyak masukan di Twitter sama Michat lebih banyak. Akan kami telusuri dan trace satu per satu," kata Gibran, Senin (1/3/2021).

Hasil penelusuran Tim Solopos, beberapa waktu lalu, para pelaku prostitusi online di Kota Solo cukup banyak. Mereka menggunakan akun media sosial atau aplikasi pertemanan berbasis lokasi untuk menjaring pelanggan.

Baca Juga: Pabrik Garmen Baru Dibangun Di Sragen, Butuh 1.000 Tenaga Kerja

Tim Solopos sempat menjajal aplikasi itu saat berada di daerah Laweyan. Dalam radius dua kilometer, sekitar 36 dari 170 pengguna aplikasi yang merupakan pelaku prostitusi online di Solo menjajakan diri lewat status yang tertera.

Kemudian saat singgah di salah satu hotel berbintang kawasan Banjarsari, Solo, Tim Solopos kembali mengeksplorasi aplikasi yang sama dan mendapati satu akun yang hanya berjarak 50 meter. Artinya, si pemilik akun berada di hotel yang sama.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya