[ X ] CLOSE

Pelaku Perjalanan Masuk Boyolali Jalani Tes Rapid Antigen Dulu

Terkait teknis penyekatan pemudik di Boyolali tidak bisa dilakukan secara maksimal karena penyekatan mestinya sudah dilakukan di titik perbatasan Jawa Tengah.
Pelaku Perjalanan Masuk Boyolali Jalani Tes Rapid Antigen Dulu

Solopos.com, BOYOLALI -- Operasi Ketupat Candi di Boyolali tahun ini menyasar program testing untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali telah menyiapkan alat tes rapid antigen di masing-masing pos pengamanan.

Untuk diketahui, selama masa pengamanan momentum Lebaran, di Boyolali terdapat tujuh posko pengamanan operasi ketupat candi.

Yakni di sekitar Pasar Ampel, di dua rest area di Boyolali, di gerbang tol Mojosongo, gerbang tol Bandara Adi Soemarmo, di kawasan Bangak dan kawasan tugu susu murni. Setiap posko pengamanan melibatkan tim gabungan, mulai dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan dan sebagainya.

Baca juga: Dinkopnaker Boyolali Klaim Masalah THR Pan Brothers Sudah Tuntas

"Dari kami ada 329 personel. Tapi ini sifatnya gabungan. Kami akan aktifkan kegiatan testing [di setiap pos pengamanan]," kata Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, Jumat (7/5/2021).

Kegiatan testing dengan rapid antigen tersebut akan menyasar pemudik atau pelaku perjalanan dari luar daerah yang masuk Boyolali.

Mobilitas Warga Lintas Kabupaten

Terkait teknis penyekatan pemudik, Morry menyebutkan untuk wilayah Boyolali hal itu sudah tidak bisa dilakukan secara maksimal. Sebab penyekatan mestinya sudah dilakukan di sejumlah titik perbatasan Jawa Tengah.

Baca juga: Operasi Yustisi di Boyolali, Warga Tak Pakai Masker Langsung Dites Antigen

Namun untuk mengantisipasi mobilitas warga lintas kabupaten akan dilakukan. "Info terbaru yang kami terima, untuk wilayah aglomerasi, Soloraya, tidak diperbolehkan lagi melaksanakan mobilitas. Konsekuensinya antar kabupaten di Soloraya untuk mobilitas akan dibatasi. Kita akan sekat dan kami swab maksimal swab antigen yang dari luar Boyolali," lanjut dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan pihaknya juga menerjunkan personel di setiap posko pengamanan.

"Kami setiap posko ada tiga [yang siaga], kemudian untuk kebutuhan alat rapid antigen, kami siapkan sekitar 25-30 alat setiap pos setiap harinya," kata dia.

Baca juga: Giliran Pekerja Eco Smart Garment di Klego Boyolali Unjuk Rasa Tolak Gaji dan THR Dicicil

Pada Jumat pagi, satuan tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Boyolali meninjau posko pengamanan Lebaran tersebut. Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan, Kapolres Boyolali, dan Dandim Boyolali. Wahyu mengatakan tujuan kegiatan itu adalah untuk memastikan kesiapan posko.

"Untuk memperlancar arus lalu lintas dan keamanan di wilayah Boyolali. Hal yang utama lagi, penekanan persebaran Covid-19. Walau pun mudik dilarang, faktanya masih ada yang nekat," kata dia.

Wahyu mengimbau kepada masyarakat yang berada di perantauan untuk tidak mudik.

"Bisa dikomunikasikan melalui keluarga, agar tidak mudik. Pemerintah sudah mewanti-wanti untuk tidak mudik. Untuk wilayah aglomerasi juga tidak mudik. Menahan diri untuk kesehatan bersama," lanjut dia.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago