Pelaku Penusukan Disebut Gila, Ini Tanggapan Syekh Ali Jaber

Begini respons Syekh Ali Jaber soal dugaan pria yang menusuknya disebut gila.
SHARE
Pelaku Penusukan Disebut Gila, Ini Tanggapan Syekh Ali Jaber
SOLOPOS.COM - Syekh Ali Jaber. (liputan6.com-Instagram)

Solopos.com, JAKARTA – Penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber di Lampung menjadi perhatian. Polisi telah menetapkan seorang pria berinisial AA sebagai tersangka kasus ini.

Tetapi, pihak keluarga menyebut AA mengalami gangguan jiwa. Meski demikian hal ini tidak membuat proses penyidikan berhenti.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

"Kalau gangguan jiwa itu hanya statement keluarga, kalau penyidik itu kan begitu ada statement gitu kan mengumpulkan fakta-fakta lain, scientific investigation crime," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana seperti dilansir Detik.com, Senin (14/9/2020).

Sampai saat ini polisi masih mendalami motif pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Dalam keterangannya di BAP, AA mengaku merasa dihantui Syekh Ali.

Viral Jalur Gowes Gadis Desa, Pesepeda Bisa Foto dengan Wanita Berkemben di Tepi Sungai

Menanggapi hal tersebut, Syekh Ali Jaber buka suara. Dia tidak diterima jika pelaku dianggap gila. Sebab, pelaku sempat mencoba menusuk bagian viralnya.

"Reaksi pelaku saat berhadapan dengan saya dia coba tusuk kemudian karena gagal menusuk di bagian yang dinginkan pisau yang menancap di tangan ini coba ditariknya dengan kekuatan dan keberanian namun patah saat ada gerakan memutar dari saya. Melihat itu mohon maaf ini bukan seperti orang gila dia sangat berani bahkan terlatih," jelasnya.

Sudah Nikah, Dory Harsa Dihujat Tapi Nella Kharisma Banjir Selamat

Syekh Ali Jaber berasumsi ada dalang di balik insiden tersebut. Sebab, AA dinilai sebagai orang yang terlatih.

"Karena yang bersangkutan terlatih, pasti ada dalang atau orang di belakangnya yang menyuruh, wallahualam bisawab (hanya Allah Yang Maha Tahu)" sambung dia.

Dia berharap proses hukum bisa berjalan dengan baik. Dia menaruh harapan besar terhadap aparat keamanan.

Sebab kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para ulama. Dia berharap ke depan ulama tidak dijadikan sasaran kekerasan lagi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago