Pelaksana Proyek Pasar Legi Solo Buka Suara soal Tempias dan Banjir

Pelaksana proyek Pasar Legi Solo memberikan penjelasan mengenai penyebab tempias dan banjir yang terjadi saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022).
SHARE
Pelaksana Proyek Pasar Legi Solo Buka Suara soal Tempias dan Banjir
SOLOPOS.COM - Pedagang Pasar Legi Solo membersihkan lantai yang kebanjiran setelah hujan deras pada Rabu (19/1/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Project manager proyek pembangunan Pasar Legi Solo, Dorri Andri, buka suara terkait masalah tempias dan banjir yang terjadi di pasar tersebut pada Rabu (19/1/2022) lalu. Dorri mengaku sudah mengingatkan potensi terjadinya tempias dan banjir tersebut pada awal pembangunan.

Saat itu, bangunan dibuat sesuai desain untuk mengakomodasi konsep bangunan gedung hijau (BGH) sehingga kanopi sebagai pelindung tidak ada dalam desain. Tidak adanya kanopi itu yang diduga menjadi penyebab tempias dan banjir saat hujan deras.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

“Desain awal kan memang tidak ada kanopi pada bagian fasad, sesuai desain bangunan gedung hijau. Semua elemen masuk di dalamnya, dari pencahayaan, sirkulasi udara, termasuk pemanfaatan air, jadi beberapa titik, utamanya di area pintu [ada delapan teras pintu di Pasar Legi], yang memang tidak ada kanopi, makanya air bebas masuk ke area tangga dan gedung,” bebernya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Banjir – Susah Sinyal, Ini Sederet PR Pasar Legi Solo setelah Peresmian

Dorri mengatakan saat ini Kementerian PUPR tengah mereview desain untuk pemasangan kanopi guna mengatasi masalah tempias dan banjir di Pasar Legi Solo. Kendati pengelolaannya sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, namun Dorri mengatakan pelaksana masih bertanggung jawab selama enam bulan masa pemeliharaan.

Pelaksana proyek telah menyiapkan saluran air di bawah tangga yang diharapkan mengalirkan air hujan langsung menuju drainase di sekeliling gedung. Saluran juga dilengkapi pompa untuk mendorong air.

Saluran Air Tersumbat

Namun, saat hujan deras Rabu (19/1/2022) lalu, saluran tersebut mampat dan pompanya mati. “Ada tiga pompa, dua di antaranya rusak terbakar dan satunya lemah. Kerusakan karena banyaknya kotoran dan sampah yang masuk ke sumpit pompa,” jelas Dorri.

Baca Juga: Pasar Legi Solo Bocor dan Banjir, DPRD Kecewa, Gibran Minta Maaf

Ihwal kanopi untuk mencegah tempias dan banjir di Pasar Legi Solo, Dorri mengatakan desainnya diharapkan tidak menganggu fasad gedung. Selain itu untuk menghindari kecemburuan dari pedagang yang kiosnya tertutup kanopi. Ia berharap pedagang menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat saluran drainase.

“Pedagang harus mulai mengubah kebiasaan dari yang semula di pasar dengan bangunan tradisional, kemudian pindah ke gedung. Buang sampah di tempatnya, sehingga pasar menjadi lebih bersih,” ucapnya.

Baca Juga: Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menjanjikan pemasangan kanopi di bangunan Pasar Legi Solo guna mengatasi persoalan tempias dan banjir seperti yang terjadi pada Rabu (19/1/2022).

Hal itu disampaikan saat peresmian pasar induk terbesar di Solo itu pada Kamis (20/1/2022). “Cuaca sangat ekstrem sehingga ada tempias. Tetapi ini ada Pak Dirjen, dengan pelaksananya juga akan kami evaluasi untuk mengatasi tempias,” katanya, Kamis.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago