top ear
Ilustrasi Virus Corona Kota Solo (Solopos/Whisnupaksa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Virus Corona Kota Solo (Solopos/Whisnupaksa)

PDP Corona Asal Banyuanyar Solo Meninggal Dunia

PDP Corona asal Solo meninggal dunia. Pemkot masih menungg hasil tes swab dari pasien tersebut.
Diterbitkan Senin, 6/04/2020 - 20:08 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Seorang warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona asal Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, meninggal dunia, Senin (6/4/2020).

Jumlah ini menambah daftar PDP corona meninggal dunia di Kota Solo menjadi tujuh orang. Perinciannya, tiga orang asal Mojosongo, Kecamatan Jebres dan masing-masing satu orang asal Jebres, Kecamatan Jebres, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan dan Kelurahan Kestalan dan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari.

Jenazah Diduga Korban Corona Ditolak di Sangkrah, Rudy: Mestinya Koordinasi Dulu

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengaku bakal melakukan tracing terkait PDP tersebut. Menurutnya, kematian PDP akan menambah daftar orang dalam pemantauan (ODP).

“Kalau statusnya PDP tentu pemakaman menggunakan protokol Covid-19. Sama seperti PDP yang sebelumnya sudah meninggal,” kata dia, dihubungi Solopos.com, Senin petang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan PDP tersebut meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung dimakamkan. Pemakaman menggunakan protokol Covid-19 dengan pengawalan petugas TNI/Polri. Pemakaman PDP itu berjalan lancar dan tidak ada penolakan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan PDP asal Kelurahan Banyuanyar yang meninggal dunia Minggu malam sudah berumur 80 tahun. Status PDP ditetapkan oleh salah satu rumah sakit rujukan melihat gejala dan riwayat kontak.

“Tapi yang lebih tahu kenapa statusnya sampai PDP tentu rumah sakit. Umurnya sudah 80 tahun, jadi belum tentu juga dia positif. Keluarga langsung minta dimakamkan,” kata dia, dihubungi Solopos.com.

Salah satu rumah sakit rujukan tersebut langsung melakukan pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19 kemudian menghubungi Pemkot untuk memroses pemakaman. “Pemakaman di kampung sana. Karena warga di sana, tidak ada masalah,” ucapnya.

PDP Sukoharjo Meninggal

Sebelumnya, seorang pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, meninggal dunia saat dikarantina di RSUD dr Moewardi, Solo, Minggu (5/4/2020). Sebelumnya, pasien itu menderita sakit paru dan dirawat di RS Kustati selama tiga hari sebelum dirujuk ke RSUD dr Moewardi, Solo.

Viral Kuliner Bakso Virus Corona, Ini Wujudnya

Juru bicara gugus tugas percepatan penangan Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto, membenarkan pasien yang meninggal tercatat sebagai PDP corona. Pasien itu menjalani karantina di RSUD dr Moewardi selama beberapa hari.

"[Pasien meninggal dunia] benar, PDP corona. Saya akan memberikan keterangan lebih jelas pada Senin [6/42020]," kata dia, Minggu.

Banner SBBI
Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini