Pasutri Korban Semeru Bertemu setelah 24 Jam Terpisah Tanpa Komunikasi

Salah satu yang mengharukan adalah kisah pasangan suami istri (pasutri) yang bertemu lagi setelah terpisah 24 jam tanpa bisa berkomunikasi seusai Gunung Semeru meletus.
Pasutri Korban Semeru Bertemu setelah 24 Jam Terpisah Tanpa Komunikasi
SOLOPOS.COM - Akun TikTok @signs009 milik sukarelawan yang membantu evakuasi korban bencana membagikan pertemuan pasutri yang terpisah 24 jam tanpa komunikasi. (Okezone)

Solopos.com, LUMAJANG — Musibah erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur menyisakan banyak cerita pilu dan yang mengharukan.

Salah satu yang mengharukan adalah kisah pasangan suami istri (pasutri) yang bertemu lagi setelah terpisah 24 jam tanpa bisa berkomunikasi seusai Gunung Semeru meletus.

Kisah itu dibagikan akun TikTok @signs009 milik sukarelawan yang membantu evakuasi korban bencana.

Video tersebut memperlihatkan pertemuan haru pasangan suami istri. Keduanya langsung berpelukan erat. Sang istri terlihat tak tahan menahan tangisnya.

“Terpisah 24 jam tanpa komunikasi. Mengira satu sama lain tidak selamat dari bencana, hingga akhirnya mereka kembali dipertemukan di pengungsian,” tulis pemilik akun seperti dikutip Okezone.

“Sepenggal kisah yang tidak sengaja saya rekam ketika membantu evakuasi warga,” lanjutnya.

Kisah haru ini telah menuai banyak komentar dari warganet. Video ini juga telah disukai lebih dari 10.000 like oleh warganet.

“Serasa dikasih kesempatan kedua untuk saling mengabdi dan memperbaiki diri,” tulis akun @fitrisulastri55.

“Alhamdulillah ikut terharu, gak kebayang paniknya mereka nyari satu sama lain,” tulis akun lainya @bininyanjoon.

Baca Juga: Detik-Detik Evakuasi Jasad Satu Keluarga Korban Erupsi Semeru 

Sebelumnya, jasad satu keluarga yang terdiri atas paman dan dua keponakan ditemukan dalam kondisi tertimbun abu Gunung Semeru di Dusun Kampung Renteng, Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021).

Kondisi ketiga jasad tersebut sangat memrihatinkan. Karena tersapu awan panas, bagian tubuh yang tidak terbalut pakaian menyisakan tulang.

Mereka atas nama Mistono, 50, Wildan, 16, dan Talita, 12. Mistono adalah paman dari Wildan dan Talita.

Anggota SAR Rescue Sahabat Muslim (RSM), Triyanto, yang terlibat langsung dalam proses evakuasi menceritakan detik-detik evakuasi ketiga jasad.

Triyanto yang merupakan sukarelawan bencana asal Karanganyar mengatakan dirinya bergabung ke tim Badan SAR Nasional (Basarnas).

“Yang pertama ditemukan Pak Mistono, pamannya sekitar pukul 09.30 WIB. Yang kedua Wildan dan kemudian Talita. Wildan dan Talita berdekatan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (6/12/2021) malam.

Ia menceritakan jasad ketiga korban itu ditemukan di sungai yang jauh dari rumah mereka. Dimungkinkan mereka sedang berlari menyelamatkan diri namun tersapu awan panas.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago